Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Akbar Selalu Ceria

Namanya Muhammad Akbar Hidayatullah. Biasa dipanggil Akbar. Usia 11 tahun, asal Papua. Walau didiagnosa menderita Osteogenik Imperfecta atau kelainan tulang, Akbar termasuk adik dampingan kami yang selalu cerewet dan penuh semangat.

 

Kelainan tulang yang diderita Akbar membuat tubuhnya bongkok. Jalannya pun mengesot. Selain itu, tulang Akbar juga sangat rentan. Kena benturan sedikit saja, pasti langsung patah.

 

Dulunya, Akbar lahir sungsang. Saat lahir itu juga kakinya langsung patah. Di Rumah Sakit Umum Daerah Biak, Akbar yang baru lahir langsung digips tulangnya. “Waktu itu digips sampai satu minggu,” kata ayah Akbar, Daeng Sirajak.

 

Pada usia empat hingga lima tahun, Akbar masih bisa jalan. “Tapi jalannya miring,” ujar Daeng. Waktu itu, ayah Akbar masih berpikir kalau Akbar masih akan bisa jalan hingga dewasa.

 

Akbar lagi serius.

Akbar lagi serius.

 

Tapi nyatanya, semakin bertumbuh, Akbar malah tak bisa jalan. Ini karena setiap tulang kakinya terbentur, pasti selalu patah. Pada Maret 2016, ayah Akbar akhirnya membawa anaknya itu ke Jakarta.

 

Di Jakarta, Akbar harus menjalani rehab atau terapi medik. Ini agar tulang Akbar tidak mudah patah. Terapi dilakukan dua kali dalam seminggu di RSCM. Akbar juga harus minum obat.

 

Rencananya, Akbar akan selesai menjalani rehab medik pada Oktober 2016. Selama tinggal di Jakarta, tentu saja Akbar tinggal di RHVCF. Meski tubuhnya sangat kecil, jauh dari usianya yang sebenarnya, Akbar tetap asyik saja menjalani hari-harinya. Kalau ada tamu yang datang ke RHVCF dan membuat acara untuk anak-anak, Akbar pasti aktif ikut. Kalau ada dongeng, dia paling suka mendengarkan dan menjawab pertanyaan.

 

13174014_1699473216972679_7052564447981347572_n

 

Di kampungnya di Papua, Akbar juga selalu semangat menjalani hidup. Dia tetap sekolah, meski harus dibonceng ayahnya, naik motor menempuh jarak 5 km dari rumah ke sekolah. Sementara ayah Akbar, setelah mengantar ke sekolah, menempuh jarak 5 km lagi untuk berjualan baju di pasar tradisional.

 

Selama tinggal di RHVCF, ayah Akbar pun tidak berjualan. Pendapatan jadi berkurang, karena ibu Akbar hanya berjualan sesempatnya, jika masih ada waktu di luar mengurus dua kakak Akbar.

 

Meski hidup serba terbatas dan tidak normal, semangat Akbar wajib kita tiru nih, kakak-kakak. Sekalian kita doakan Akbar yuk, semoga tulang Akbar bisa lebih kuat lagi. Amiinn…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>