Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

JYSK

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan



JYSK

Alamsyah Melawan Jantung Bocor

 

Satu lagi pasien dari Aceh yang menderita penyakit jantung. Kali ini Alamsyah, 15 tahun, yang berasal dari daerah Simpang Jernih. Sejak kelas 5 SD, Alam sudah mengalami gejala-gejala penyakit tersebut.

 

Waktu itu, badannya demam dan bengkak. Alam juga mengalami pilek dan batuk. Saat diperiksa di rumah sakit di Kuala Simpang, dokter mendiagnosis Alam menderita jantung bocor. Kala itu, Alam langsung diberi obat untuk diminumnya secara rutin.

 

Alamsyah bersama Kak Raline Shah

Alamsyah bersama Kak Raline Shah

 

Sayang, suatu kali saat obatnya habis, Alam tak bisa menebus obat itu. Soalnya, obat harus diambil di Banda Aceh. Sementara jarak dari Simpang Jernih ke Banda Aceh sangatlah jauh, sampai habiskan waktu sehari semalam. Mereka harus naik boat terlebih dahulu selama beberapa jam, kemudian naik bus lebih dari 12 jam. Sangat melelahkan apalagi bagi Alam yang jantungnya lemah. Mau menitip ambilkan obat pun juga tak bisa, karena tak ada orang yang berniat pergi ke Banda Aceh.

 

Berbulan-bulan tak minum obat, akhirnya kondisi Alam menjadi parah. Dia tak bisa kencing, bahkan sampai tak bisa berjalan. Hingga akhirnya orang tua Alam bertemu dengan koordinator RHI Aceh Kak Nurjannah Husien dan Kak Edi Fadhil yang datang langsung ke Simpang Jernih. Dari pertemuan tersebut, akhirny diambil keputusan kalau Alam harus dibawa ke Medan untuk dioperasi.

 

Namun lagi-lagi sayang, di Medan, antrean untuk operasi jantung sangatlah panjang. “Sampai 150 orang,” kata ibu Alam, Jaiyah. Akhirnya, Alam diputuskan dibawa saja ke RSCM Jakarta agar segera ditangani. “Saya tidak keluar biaya. Semuanya diurus Pak Fadhil dan Ibu Nurjannah,” kata Jaiyah yang suaminya hanya bekerja di ladang. Hasil ladang pun tidak dijual, hanya dimakan untuk keluarga. “Dulu sekali punya kebun karet satu hektare tapi digadai untuk biaya berobat Alam. Sampai sekarang belum bisa ditebus,” tambahnya.

 

Alam dengan angklung khusus bertuliskan namanya, hadiah ulang tahun dari Saung Angklung Udjo.

Alam dengan angklung khusus bertuliskan namanya, hadiah ulang tahun dari Saung Angklung Udjo.

 

Sekarang, Alam sudah selesai jalani operasi jantung bocornya. Namun dia masih harus berada di RHI Jakarta untuk mengontrol kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Selain itu, Alam juga diharuskan minum obat hingga usia 25 tahun. Kini, setiap harinya dia harus minum obat sebanyak 25 pil. Semoga saja, seiring waktu, Alam tak harus minum obat sebanyak itu hingga usianya 25 tahun. Amiiin…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *