Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Bintang: Penjinak Kanker

 

Nama lengkapnya Reza Bintang Alviansyah. Usia 7 tahun. Sejak umur 5 tahun, Bintang sudah divonis menderita neuroblastoma atau kanker syaraf. Ini adalah salah satu penyakit langka yang biasanya diderita oleh balita. Tapi Bintang bukan sembarang balita. Bocah Cirebon ini kini sudah lebih dari setengah jalan untuk menaklukkan penyakit berat ini.

 

Dulu, gejala awal neuroblastoma dialami Bintang dengan panas tinggi, perut kembung, serta pegal di kaki dan tangan. Saat itu, Bintang yang dibawa ke RSUD Cirebon disangka mengalami anemia. HB-nya hanya diam di angka 2. Bintang pun sampai harus menjalani transfusi darah selama seminggu. Namun karena tak kunjung mengalami perbaikan, Bintang lantas dirujuk ke RSCM Jakarta.

 

Demi anak, orangtua Bintang, Marfu’ah dan suaminya lantas menyewa mobil agar bisa bolak-balik Cirebon-Jakarta dua kali dalam seminggu. 3 hari di Jakarta, pulang ke Cirebon untuk istirahat 1-2 hari, lalu ke Jakarta lagi dan tinggal di sana selama 3 hari. Saat itu, Bintang baru sekedar diobservasi saja. Diambil darah nyaris setiap hari, juga di CT-Scan. Bersamaan dengan itu, Bintang sudah┬ámulai tidak bisa berjalan. Makan pun sudah tak mau. Kondisinya benar-benar kepayahan. Saat akhirnya pinggulnya dibiopsi, ketahuanlah kalau Bintang menderita kanker syaraf. dari hasil biopsi, dokter mengatakan harapan hidup Bintang hanya 10%. “Sudah tidak bisa diapa-apain,” kata Marfu’ah menirukan ucapan dokter.

 

Tapi Marfu’ah ngotot. Apapun, dia harus berusaha untuk menyembuhkan anak kesayangannya itu. Risiko siap dia tanggung. Maka Bintang pun menjalani kemoterapi pertamanya pada Desember 2013, sebuah langkah yang dianggap dokter sangat berisiko tinggi. Tapi Tuhan lantas menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak. Rupanya, Bintang merespon positif pengobatan kemo tersebut. Dia langsung bisa duduk, selera makannya yang dulu hilang muncul kembali. Ada harapan untuk Bintang!

 

Selalu bersemangat!

Selalu bersemangat!

 

Kemo kedua dijalani Bintang pada Januari 2014. Kemo ke-3 berjalan lancar. Namun pada kemo yang keempat, kondisi Bintang sempat menurun. Tapi Bintang memang pejuang sejati. Dia langsung bisa pulih. Bahkan, hingga kini kemo-nya yang ke-12, Bintang tak pernah melakukan transfusi darah.

 

Kondisi Bintang kini sudah sangat membaik. Menurut Marfu’ah, kanker yang diderita Bintang sudah jinak. Kini, Bintang sudah bisa berjalan, bahkan berlari kesana-kemari bersama teman-temannya di Rumah Harapan VCF. Makannya pun lahap. Beratnya sudah naik 1,5 kg. Bintang suka makan brokoli.

 

Sekarang, Bintang sedang menunggu jadwal operasi pengangkatan penyakitnya. Sejengkal lagi baginya untuk memenangkan pertarungan melawan neuroblastoma. Kalau ada semangat sembuh, pasti siapapun bisa menjinakkan penyakitnya, seberat apapun penyakit tersebut. Bintang adalah contohnya :-)

 

Bintang dan Mama Marfu'ah.

Bintang dan Mama Marfu’ah.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>