Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

JYSK

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan



JYSK

Dani dan Kursi “Ajaib”

 

Kalau ada adik dampingan kami yang punya hot spot alias tempat duduk favorit, pasti Dani orangnya. Nah, siapa pun yang sering atau pernah ke RH pasti tahu di mana hot spot itu. Tidak lain tidak bukan, letaknya adalah di sofa yang terdekat dengan pintu masuk RH, lebih tepatnya tempat duduk di sebelah kanan dekat pintu. Di situlah Dani selalu duduk, dengan posisi yang selalu sama. Leher kaku menempel di bagian atas sofa, dengan wajah nyaris menengadah ke atas.

 

Hot spot-nya Dani. Tempat dia makan sampai ngobrol.

Hot spot-nya Dani. Tempat dia makan sampai ngobrol.

 

Menjadi penderita distonia memang membuat otot-otot tubuh Dani menjadi kaku. Dia tak bisa menoleh. Jari-jarinya pun tak bisa bergerak leluasa. Karena tak banyak yang bisa dilakukan, sepanjang hari Dani hanya duduk di sofa itu. Kalau makan harus disuapi. Kalau mau jalan, harus dipapah, dan tidak bisa berdiri terlalu lama.

 

Nah, supaya Dani bisa bergerak lebih dinamis, para dokter menyarankan Dani untuk menggunakan kursi roda “ajaib”. Mengapa disebut “ajaib”, karena kursi ini multifungsi banget. Bisa dibuat untuk duduk, tidur, sampai berdiri. Bahkan bisa untuk belajar karena juga dilengkapi meja belajar.

 

IMG-20160725-WA0019

 

Dengan fungsinya yang beragam, harga kursi roda ini jelas tak murah. Harganya mencapai Rp8 juta. Jelas, tak mungkin keluarga Dani yang membayar semuanya. Bantuan banyak diberikan oleh teman-teman Mama Dani dari gereja, dan dokter yang menanganinya di RSCM. Mama Dani hanya menggenapi sisanya saja.

 

“Dani itu akrab dengan dokter-dokter di rumah sakit. Sering ngobrol di telepon. Dia memang pintar,” kata Mama Dani.

 

Dani harus dua kali ke Cilandak, pabrik tempat membuat kursi roda itu, untuk mengukur agar posisinya saat duduk, berdiri, dan tidur di kursi roda itu terasa nyaman. Sempat berubah ukuran, tapi untungnya Dani sabar untuk menunggu agar kursi roda “ajaib” ini benar-benar bisa enak dipakai.

 

Sekarang, Dani jadi lebih bisa dinamis “bergerak”. Bisa jalan-jalan sore pula. Dan yang pasti, jadi makin semangat belajar. Dia memang termasuk anak yang cerdas. Waktu masih rutin sekolah, sering jadi juara kelas. Saat sudah tinggal di RH pun, Dani masih bisa ikut ujian persamaan supaya bisa naik ke kelas 3 SMA. Cita-citanya adalah bekerja di bidang teknologi informasi.

 

“Dia itu suka komputer. Jadi mungkin nanti ikut-ikut kursus komputer atau belajar sendiri,” kata Mama Dani.

 

Kalau nanti Dani sudah bekerja, Mama Dani berharap anaknya bisa memiliki kursi roda bermotor. Dengan kursi roda ini, Dani bisa mengendarainya sendiri, jadi dia bisa mandiri ke mana pun. “Tapi harganya mahal, puluhan juta, dan harus impor,” kata Mama Dani.

 

Semoga saja, dengan kecerdasannya nanti, Dani malah bisa membuat kursi roda motornya sendiri.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *