Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Davina Menghalau Limfoma

 

Wajahnya ramah, kulitnya hitam, dan rambutnya kriwil. Kalau difoto senang, tapi suka malu sendiri. Itulah Davina Nurmaya Syifa. Davina lahir tanggal 3 Mei 2007 di Pemalang, dan tinggal di RHI Jakarta untuk berobat karena sakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

 

Seperti kebanyakan anak-anak yang tinggal di RHI, meski sakit berat, Davina kelihatan sehat dan santai-santai saja. Sehari-harinya tetap ceria, bermain dengan teman-temannya di RHI Jakarta. Davina seolah lupa, kalau pada 2015 lalu, ada benjolan di leher kirinya. Besarnya seukuran gundu, dan itulah awal dari penyakitnya.

 

Davina saat acara cat wajah di RHI Jakarta

Davina saat acara cat wajah di RHI Jakarta

 

Cuma selang 6-7 bulan berikutnya, benjolan seukuran gundu itu membesar mirip bola golf. Berhubung akses kesehatan sulit dan tak menganggapnya sebagai penyakit berat, Ibu Davina, Munawaroh, hanya memberinya obat herbal. Saat itu memang sembuh. Benjolannya kempes. Tapi lalu muncul lagi. Siklus ini berulang terus hingga beberapa kali.

 

Merasa ada yang tak beres, ayah Davina yang bekerja sebagai sopir di Jakarta lalu membawa Davina ke rumah sakit Pelni. Tumor colli, demikian diagnosisnya. Ada dua benjolan sebesar telur puyuh yang saat itu berhasil dikeluarkan.

 

Jpeg

 

Tapi pada Januari 2016, saat diperiksa lagi di RSCM, ternyata Davina divonis terkena kanker limfoma. Akhirnya Davina harus dikemoterapi selama satu tahun. “Dalam dua bulan, Februari sampai Maret, kena suntik 15 kali,” jelas Munawaroh.

 

Davina dan ibunya

Davina dan ibunya

 

Pada Februari 2017 muncul lagi masalah baru. Yaitu ada kelainan di tulang lehernya. Solusinya, lehernya harus disinar. Nah, saat ini, Davina masih dalam tahap evaluasi tulang leher dan kankernya. “Kata dokter 50% sudah tertangani,” ujarnya. Semoga Davina bisa segera sembuh ya. Biar makin ceria!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>