Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Efran – Lampung

Nama: Efranuel Siallagan

TTL: Bandar Lampung, 5 November 2003

Golongan Darah: O+

Hobi: Main Organ

Nama Ayah: R. Siallagan

Pekerjaan Bapak: Petani

Nama Ibu: Dahlia Simanjuntak

Pekerjaan Ibu: Ibu Rumah Tangga

 

IMG20180508164827

 

Efran memang harus banyak bersabar. Pelajar kelas 2 SMP ini mestinya sedang giat-giatnya bersekolah dan bergaul dengan teman-temannya. Namun remaja tinggi besar ini harus berbaring lemah, kalau pun berjalan tak bisa terlalu lama, karena tengah menderita kerusakan ginjal.

 

Awalnya bermula saat Efran duduk di kelas 5 SD. Saat itu di pakaian dalamnya sering ada debu-debu halus. Tapi Efran tak merasa sakit sedikit pun. Karena itulah, Efran dan keluarganya tak merasa perlu memeriksakan ke dokter. Baru pada saat dia sudah masuk SMP, Efran merasa nyeri di bagias atas perut sebelah kanan. “Dokter bilangnya usus buntu,” cerita ayah Efran, Pak Siallagan.

 

Tak lama dari itu, sakit Efran bertambah parah. Pada Oktober 2017, dia demam dan muntah-muntah. Efran pun dirawat sampai tiga hari di rumah sakit. Setelah dirontgen, barulah ketahuan kalau di ginjal sebelah kanannya terdapat sebuah batu seberat 50 mm. “Solusinya harus dibedah, tapi karena saat itu Efran usianya masih kecil jadi batunya dilaser atau ditembak saja,” terang Pak Siallagan.

 

IMG20180508164757

Efran dan ayahnya, Pak Siallagan.

 

Untuk tindakan ini, Efran pun dibawa ke Jakarta. Tapi sayangnya tindakan ini gagal. Pada November 2017, setelah pemeriksaan lebih lanjut, juga ketahuan bahwa kondisi kantung kemihnya juga sudah akut. Akhirnya, stent dipasang untuk memecahkan batu ginjal dan mengatasi kondisi kantung kemih Efran. Pada Januari 2018, stent dicabut dan pengobatan pun selesai.

 

Namun sayangnya lagi, pada Maret 2018, giliran ginjal sebelah kiri Efran yang memiliki batu ginjal. Kali ini jumlahnya lebih banyak tapi ukurannya lebih kecil. Efran pun harus mengulangi rangkaian pengobatannya, yaitu dipasangi stent. Ginjalnya bahkan sudah bengkak, dan Efran sempat mengalami pendarahan. Kali ini akhirnya Efran dibawa ke RSCM dan dirawat hingga 3 minggu.

 

Untungnya kali ini Efran cukup hanya minum obat saja. Sekarang ini, dia sedang dalam tahap evaluasi pengobatan di RSCM. Jadi semoga saja pengobatan medis yang sekarang dijalaninya bisa membuat Efran sembuh. Aamiin…

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *