Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Erika: Si Cantik Penyabar

 

Sesuai namanya -Erika Humaeroh- adik asuh di Rumah Harapan VCF ini punya wajah yang cantik. Humaeroh -yang artinya kurang lebih pipi yang merona- sangat pas disandingkan dengan Erika yang kulitnya bersih ini. Di balik kecantikannya, Erika mungkin bisa dibilang sebagai bocah yang kuat dan sabar. Ini semata-mata karena begitu banyak penyakit yang bersarang di tubuhnya.

 

Penyakit yang diderita Erika mulai dari ginjal, infeksi radang tenggorokan, infeksi saluran kencing, hingga kurang kalium/kalsium. Di usia yang menginjak 10 tahun, berat badannya hanya 15 kg dengan tinggi 112 cm. Lingkar kepalanya seukuran anak usia 6 tahun, sedangkan tulangnya masih seperti tulang bayi. Dengan sosok seperti itu, Erika kerap disangka masih berusia 5-6 tahun.

 

Kerap kali, mama Erika, Haryati, dihujani pertanyaan dari tetangga atau teman-temannya, mengapa tubuh Erika lambat sekali pertumbuhannnya. Kalau sudah begitu, Haryati hanya bisa menghela napas. “Banyak yang tanya ke saya, kenapa anaknya kecil. Saya bilang emang kenapa. Dia saya kasih makan, kok,” ujar Haryati yang sudah bercerai dan membiayai hidup Erika seorang diri.

 

Lambatnya pertumbuhan Erika menurut Haryati karena sakit ginjal yang dialami anaknya. Gara-gara komplikasi tersebut, fisik Erika juga lemah, tidak bisa kena kuman sedikit, dia pasti sakit. Untuk bertahan hidup, Erika juga harus mengonsumsi 4 jenis obat setiap hari. Demi mencegah munculnya penyakit baru yang lebih berat, setiap dua minggu sekali, Erika juga harus melakukan pemeriksaan menyeluruh di RSCM, mulai dari pemeriksaan urin hingga elektrolit.

 

erika - Copy

 

Penyakit yang diderita Erika mulai tampak sejak dia berusia kurang dari 3 tahun. Saat itu, badan Erika sering panas. Dibawa ke Puskesmas, dokter mengatakan ada flek di paru-paru Erika. Saat itu, Erika sempat dibawa ayahnya pulang kampung selama 6 bulan. Namun di kampung, kondisi Erika malah memburuk, Lama-kelamaan, Erika juga tidak bisa berjalan. Saat usia 3 tahun, dia masuk UGD. Hasil pemeriksaan dokter mengatakan Erika kekurangan kalium/kalsium. Ditambah pencernaannya yang buruk, Erika juga tidak berselera makan. Menurut Haryati, Erika juga sering jatuh namun tidak diperiksa lebih lanjut ke dokter.

 

Meski lambat pertumbuhan fisiknya, Erika tampaknya tidak mengalami permasalahan dalam perkembangan otak. Dia pernah diminta dokter di RSCM untuk menyusun balok-balok, dan Erika mampu mengerjakannya dengan baik. Di Rumah Harapan VCF, kegemaran Erika adalah menyusun puzzle. Haryati sempat terpikir untuk membawa Erika menjalani tes IQ, namun kondisi keuangannya tidak memungkinkan. “Sekarang saya sudah tidak kerja karena mengurus Erika,” kata Haryati yang pernah menjadi petugas kebersihan di RSCM.

 

Hobi Erika: menyusun puzzle

Hobi Erika: menyusun puzzle

 

Saat ini, Erika juga belum bisa membaca dan menulis, tapi dia senang melihat gambar. Erika pernah sekolah TK tapi hanya satu tahun saja, lantas berhenti karena halangan penyakitnya. Haryati berharap, tahun depan Erika bisa masuk SD, belajar membaca dan menulis, agar nanti bisa hidup mandiri. Semoga saja ya, Erika :-)

One Response to Erika: Si Cantik Penyabar

  1. Hi Erika cantik!
    Tetap semangat yaa, sayang.
    Semoga Tuhan selalu memberikan Erika kekuatan dalam melawan penyakitnya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>