Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Faaiz Tak Pernah Menyerah

 

Halo, Kakak-kakak…. Kenalin nih, anak baru di RHI. Namanya Faaiz Nabil Avarsa, usia 3,5 tahun, asal Palembang. Sejak umur satu minggu, Faaiz sudah didiagnosa menderita jantung bocor dan penyempitan pembuluh darah.

 

Seperti kebanyakan penderita jantung bocor, waktu itu badan dan bibir Faaiz sampai biru cenderung hitam. Karena di tempat tinggalnya di Baturaja tidak ada rumah sakit yang memadai, akhirnya saat masih berumur satu minggu itu Faaiz dibawa ke rumah sakit di Kota Palembang.

 

“Waktu itu kuku, mulut, sampai mukanya Faaiz sudah hitam semua. Beberapa orang di rumah sakit bilang, ‘sudah ikhlaskan saja, Bu. Cuma mukjizat yang bisa sembuhkan,'” cerita Nur’Aini, ibunda Faaiz.

 

Tapi setelah dioperasi, ternyata kondisi jantung Faaiz membaik. Tubuhnya tidak lagi membiru. Faaiz pun boleh pulang dengan catatan: sembilan bulan lagi harus kembali untuk periksa jantung lagi.

 

Faaiz dan Mama Nur Aini.  Berat badan Faaiz cenderung normal, 14 kg, jadi tak terlalu kurus seperti kebanyakan anak yang sakit jantung.

Faaiz dan Mama Nur Aini. Berat badan Faaiz cenderung normal, 14 kg, jadi tak terlalu kurus seperti kebanyakan anak yang sakit jantung.

 

Namun permintaan itu ternyata sulit dipenuhi Nur’Aini dan suaminya. Alasannya apalagi kalau bukan soal biaya. Jarak dari Baturaja ke Palembang adalah 6 jam, butuh sewa mobil yang harganya tidak murah. Belum untuk biaya makan. Padahal, ayah Faaiz hanya pedagang kaki lima yang menjajakan jilbab di dekat pasar. Apalagi waktu itu, Faaiz juga kelihatannya sehat dan sudah gemuk.

 

Baru pada Juni 2013, Faaiz dibawa lagi ke Palembang. Mereka sampai menyewa ambulans dan perawat untuk merawat Faaiz selama diperjalanan. Biayanya sampai Rp2 juta. Sampai di sana, Faaiz hanya diperiksa seperti biasa, lalu disuruh pulang. “Tapi belum sampai setengah jalan, tiba-tiba dokter di sana telepon lagi. Katanya Faaiz harus segera dibawa ke Jakarta. ‘Secepatnya’, kata dokter,” ujar Mama Nur’Aini.

 

Faaiz dengan mainan ala Power Rangers yang banyak banget, dibawa langsung dari kampungnya.

Faaiz dengan mainan ala Power Rangers yang banyak banget, dibawa langsung dari kampungnya.

 

Uang sudah habis, tapi untungnya ada Yayasan Buddha Tzu Chi yang mau membiayai seluruh akomodasi ke RSCM, Jakarta. Faaiz pun dioperasi lagi. Tahun 2015, dengan biaya sendiri naik kapal laut 15 jam, Faaiz kembali dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan. Namun ternyata, menurut Mama Nur’Aini, di sana Faaiz tak ditindak. Biaya kos Rp900 ribu per bulan waktu itu pun hangus sia-sia.

 

Tahun 2016, setelah didahului muntah-muntah darah, Faaiz akhirnya kembali dibawa ke Jakarta. Sempat tinggal di rumah singgah RSCM, sekarang Faizz tinggal di RHI sambil menunggu jadwal operasi membuat saluran dari leher ke parunya (BCPS). Mohon doanya ya, semoga Faaiz bisa segera ditangani dengan baik :-)

 

p_20161025_145321

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>