Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Jodi vs Leukimia

 

Mengidap leukimia memang sangat mempengaruhi tubuh. Jodi yang tadinya sangat aktif, rajin ikut lomba karate di kampung halamannya di Batam, sekarang lebih banyak berbaring di tempat tidur. Lemas.

 

Jodi Natal Sembiring nama lengkapnya, baru dua bulan lalu (September 2016) mengetahui kalau dirinya memiliki penyakit ini. Jodi yang kelahiran 29 Oktober 2005 ini tadinya sempat menderita demam berdarah, makanya saat dia nyaris pingsan selepas karate, ibunya Dermawan, mengira Jodi terkena demam berdarah lagi. “Badannya juga biru-biru dan ada bintik-bintik merahnya,” kata Dermawan.

 

Jpeg

Berusaha senyum meski badan lagi lemas dan panas

 

Dibawa ke rumah sakit swasta, Jodi didiagnosis demam berdarah. Namun saat dibawa ke rumah sakit lainnya, baru ketahuan kalau Jodi menderita leukimia. “Bapaknya langsung nangis saat dikasih tau dokter. Dokter enggak mau ngomong ke saya karena saya lagi hamil,” kata Dermawan yang kini hamil 5 bulan untuk anak keempat.

 

Karena tak mau ambil risiko, tiga hari setelah didiagnosis, Jodi dan Dermawan langsung ke Jakarta tanggal 18 September 2016. Mereka pun tinggal di rumah kerabat di Tangerang, jauh dari RSCM sebagai rumah sakit rujukan. Selama di Jakarta pun ternyata kondisi Jodi makin buruk. Gumpalan-gumpalan darah keluar dari mulutnya. “Ternyata leukimianya sudah high risk,” terang Dermawan yang sempat menginap di selasar UGD RSCM karena tak mendapat tempat saat Jodi dirawat.

 

Jodi dan mama

Jodi dan mama

 

Kini, Jodi sedang menjalani kemoterapi protokol pertama. Obat kemo untuk otot, otak, tulang, dan di bawah kulit diberikan dengan suntikan. Protokol pertama rencananya akan berjalan hingga Februari 2017. Setelah itu akan dilihat hasilnya. “Kalau berhasil, dilanjutkan ke protokol 2. Kalau tidak, kembali lagi ke awal,” ujar Dermawan yang suaminya bekerja sebagai buruh pabrik.

 

“Kalau sekarang, karena kemo, badannya jadi sering panas, tapi kalau diukur suhu badannya normal.”

 

Jpeg

Yuk, kita doakan Jodi semoga tubuhnya kuat melawan sel-sel kanker, biar bisa sembuh total dan jadi jagoan karate!

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>