Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Kelas Inspirasi #2 Bersama Aidil Akbar

 

Kelas Inspirasi datang lagi! Dan dengan senang hati kami umumkan bahwa Kelas Inspirasi kini sudah memiliki sponsor utama, yaitu PT Astra International Tbk. Perusahaan yang memiliki banyak lini bisnis mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi informasi ini telah memberikan donasi sebesar Rp50 juta untuk operasional Kelas Inspirasi selama satu tahun ke depan.

 

Kelas Inspirasi yang kedua kami adakan pada 10 Januari lalu. Kali ini giliran Kak Aidil Akbar, seorang financial planner independent atau konsultan pengelolaan keuangan, yang dengan ikhlas hati berbagi ilmunya untuk para sukarelawan dan sahabat-sahabat Rumah Harapan. Sesuai profesinya, Kak Aidil mengajak kami untuk pandai-pandai mengelola keuangan agar apa yang kami inginkan bisa tercapai. Dan tentu saja, bisa hidup enak secara finansial saat tua nanti 😀

 

Seperti biasa, sebelum acara dimulai, nyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya terlebih dahulu.

Seperti biasa, sebelum acara dimulai, nyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya terlebih dahulu.

peserta

Selesai kata sambutan dari Kak Silly, Kak Aidil yang punya gelar banyak banget, yaitu MBA, MNLP, CFP, CH, CHt, RIFA, RFC (supaya gak bingung, gelar-gelar tersebut berkaitan dengan bidang hipnosis, keuangan syariah, dan pengelolaan keuangan), mengajukan satu pertanyaan penting;

Bagaimana caranya mengelola keuangan agar hidup kita terasa nyaman dari sisi finansial?

 

Kak Aidil mengatakan, untuk mengelola keuangan, yang kita perlukan hanyalah tiga hal: disiplin, investasi, dan waktu. Disiplin artinya kita harus ketat dan memegang teguh peraturan yang kita buat sendiri. Investasi artinya kita harus menanam investasi untuk menambah aset/harta. Dan Waktu artinya semua itu harus dilakukan sekarang juga, secepat mungkin. Karena tentu uang yang kita tanam dalam investasi tahun ini dibandingkan jika ditanam setahun atau dua tahun kemudian, jumlahnya akan sangat jauh berbeda. Selisihnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kalau tidak percaya, cobalah tanya pada konsultan investasi reksadana atau jenis investasi lainnya. Dijamin akan membuat kita semua terngaga. Oleh karena itu, Waktu memegang peranan penting dalam mengelola keuangan.

 

Nah, masalahnya, dengan begitu banyaknya tuntutan kebutuhan dan biaya untuk memenuhi gaya hidup, melakukan investasi jadi sulit dilakukan. Misalnya saja bagi seorang lajang, banyak yang uangnya habis hanya untuk berbelanja atau nongkrong di kafe. Adapun yang sudah berumah tangga, gajinya habis untuk biaya hidup sehari-hari. Nah, disinilah pentingnya poin Disiplin.

 

Jika Disiplin masih terasa sulit, mari melihat betapa beratnya tantangan ke depan. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, tentu membutuhkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya. Menurut Kak Aidil, jika biaya kuliah tahun ini mencapai Rp150 juta, maka 18 tahun mendatang (dengan asumsi tahun ini usia anak 1 tahun) sudah mencapai Rp1,6 miliar (inflasi pertahun 15%). Jumlah ini mungkin terlihat mengerikan, tapi menurut Kak Aidil, jika orangtua sudah berinvestasi atau mengikuti asuransi pendidikan sejak tahun ini, maka sebenarnya dia hanya membutuhkan investasi Rp200.000-300.000 perbulan. Tentu, jumlah investasi perbulan ini semakin lama akan semakin membengkak jika tidak dilakukan dengan segera. Ini berlaku juga untuk masa pensiun.

Lakukan investasi sekarang juga. Kalau menunda-nunda bisa jadi miskin. - Aidil Akbar

Lakukan investasi sekarang juga. Kalau menunda-nunda bisa jadi miskin. – Aidil Akbar

 

Nah, supaya bisa berinvestasi dengan baik, Kak Aidil menyarankan kita untuk melakukan financial check up terlebih dahulu. Pertama, hitung aset/harta yang kita punya. Aset ini bisa apapun yang memiliki nilai jual. Tak perlu mikir jauh-jauh seperti rumah atau mobil, tapi hal-hal kecil seperti ponsel, koleksi baju yang masih bagus tapi jarang dipakai, atau apapun yang ada di rumah yang bisa dijual, itu bisa menjadi aset kita. Ingat kan iklan televisi toko online yang bisa mendapat banyak uang dari hasil “menguras” isi gudang rumah? Bahkan, jumlah follower Twitter pun kini bisa jadi aset, misalnyauntuk  menjadi buzzer. Nah, mulailah menghitung apa saja atau berapa aset yang kamu miliki.

 

Kedua, hitung jumlah hutang. Hutang ada dua jenisnya, yaitu hutang komsumtif dan hutang produktif. Hutang konsumtif misalnya nongkrong di kafe untuk makan-makan dan bayarnya dengan kartu kredit. Terlalu banyak belanja yang tidak perlu juga tergolong hutang konsumtif. Sedangkan hutang produktif ialah jika berhutang untuk membeli barang yang digunakan untuk bekerja atau berinvestasi. Misalnya membeli mobil atau rumah untuk disewakan, membeli kamera profesional untuk bekerja sebagai fotografer, dan sebagainya.

 

Langkah berikutnya adalah hitung pemasukan darimana saja. Juga pengeluaran untuk apa saja. Lalu hitung arus uang atau cashflow-nya. Jangan lupa juga untuk menyiapkan dana darurat. Bagi seorang lajang, dana darurat harus disiapkan untuk 3 bulan. Kalau sudah berkeluarga siapkan untuk 6 bulan. Dan jika sudah memiliki cukup banyak anak, siapkan dana darurat hingga 12 bulan.

 

Setelah menghitung semuanya, maka buatlah resolusi jangka pendek (1 tahun), menengah (1-5 tahun), dan jangka panjang ( di atas 5 tahun). Misalnya, jika 10 tahun ke depan ingin memiliki rumah seharga Rp1 miliar, investasi jenis apa yang harus kita pilih? Apakah reksadana, membeli emas, atau yang lainnya? Juga berapa investasi yang harus kita tanam perbulannya?

 

Dengan membuat perhitungan keuangan yang jelas, dijamin kebutuhan dan keinginan kita di masa depan bisa terlaksana. Mumpung masih dalam nuansa tahun baru, sebelum menutup acara, Kak Aidil pun mengingatkan untuk segera membuat resolusi keuangan di tahun 2015 ini. Hayuk kakak-kakak, kita buat sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *