Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

JYSK

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan



JYSK

Kelas Inspirasi Astra #3: Philip Triatna-Julie Tane

 

Hallo Kakak-Kakak yang kereeennn…

 

Bulan Februari nih. Bulan yang katanya penuh cinta. Kelas Inspirasi RHVCF bersama Astra International juga enggak mau ketinggalan dong. Untuk bulan ini, kami menggelar tema cinta yang enggak sekedar antara sepasang kekasih, tapi cinta yang lebih luas dan universal, yaitu Cinta Mula-Mula. Penasaran dong apa itu Cinta Mula-Mula?

 

Istilah Cinta Mula-Mula ini buatannya pasangan suami istri Pak Philip Triatna dan Ibu Julie Tane. Walau udah menikah selama 10 tahun, tapi Pak Philip dan Ibu Julie masih tetap romantis, tis. Buktinya nih, walau Pak Philips cuma keluar apartemen selama 15 menit aja, cuma ke warung di bawah, tapi begitu Pak Philip mau masuk lagi ke apartemen, pasti Ibu Julie langsung bukain pintu dengan wajah ceria, sambil bilang, “HAAAIIII….”

 

“Kami sudah menikah mau jalan 11 tahun, tapi dari dulu sampai sekarang, dia memperlakukan saya begitu setiap hari,” kata Pak Philips membuka Kelas Inspirasi RHVCF-Astra. Buat Pak Philip, Ibu Julie adalah pahlawan hidupnya. “Dimana ada dia, di situ rumah saya,” kata Pak Philip. Aduh, bikin iri deh Pak Philip dan Ibu Julie!

Pak Philip dan Ibu Julie. romantis forever.

Pak Philip dan Ibu Julie. romantis forever.

 

Nah, bercermin dari pasangan romantis Pak Philip-Ibu Julie, siapa sih yang hari ini masih memiliki semangat cinta yang sama dengan semangat waktu pertama kali kita jatuh cinta? Waktu pertama kali kita masuk kerja, waktu pertama kali kita melakukan hal yang kita suka? Inilah yang dimaksud dengan Cinta Mula-Mula.

 

Pak Philip kasih contoh waktu kita semua masih bayi. Saat itu, kita sangat bergantung pada orangtua kita, terutama ibu. Saat kecil, kemana ibu pergi, kita pasti selalu mau ikut. Gak mau pisah. Buat kita, orangtua adalah pahlawan dan manusia paling keren sedunia. Tapi beranjak remaja, kita mulai punya teman-teman dekat. Kita mulai enggan jalan dengan orangtua. Pun begitu saat dewasa. Kita udah merasa “pintar”, merasa banyak ilmu, merasa banyak orang hebat di dunia ini, merasa bahwa orangtua kita jadi biasa-biasa saja. Sementara orangtua kita yang semakin beranjak tua, membutuhkan kasih sayang anak yang sudah dibesarkannya. “Energi kita habis untuk kerja dan teman-teman. Pulang ke rumah, orangtua hanya dapat sisa-sisa energi saja,” kata Pak Philip. Duh 🙁

 

Nah, saat ini terjadi, kita sudah kehilangan Cinta Mula-Mula kita. Ini yang harus dibangkitkan lagi. Bagaimana caranya? yaitu dengan melihat kembali titik-titik kehidupan yang sudah kita lalui. Kita jangan hanya melihat kesuksesan atau apa yang kita alami sekarang ini sebagai satu titik saja. Tapi apa yang kita alami sekarang adalah hasil dari banyak titik yang kita lalui. Kita yang sekarang adalah kita yang terbentuk dari titik-titik yang sebelumnya. Nah, kita harus menghargai titik-titik sebelumnya itu.

 

Kata mendiang Steve Jobs, pemimpin masa depan itu bukan orang yang jenius, tapi orang yang mampu menghubungkan titik-titik dalam hidupnya, dari masa lalu sampai sekarang.

 

Pak Philip pun memberi contoh dari kisah hidupnya sendiri. Cuma lulusan SMP, Pak Philip tak tahu harus bagaimana menjalani hidupnya. beliau pun ikut sekolah bulutangkis, tapi gagal. Tak berhasil jadi atlet. Lalu beliau malah menjadi pelayan Tuhan dengan membimbing para korban narkoba di sebuah rumah yang disewanya. Rumah ini pula yang menjadi tempat tinggal orang-orang yang dibantunya tersebut. “Tapi sebenarnya bukan saya yang membantu mereka, tapi mereka yang membantu saya. Ini cara Tuhan membantu saya, agar hati saya tetap lurus,” kata Pak Philip.

 

Nah, kerja pelayanan ternyata membuat beberapa komunitas mendatangi rumah rehabilitasi korban narkoba milik Pak Philip. Salah satu anggota komunitas itu adalah Ibu Julie. Dari sinilah mulai benih-benih cinta di antara mereka berdua. Ciee… kayak di film-film ya kisah cintanya Pak Philip dan Ibu Julie. Dari sini pula akhirnya keduanya berkembang bersama dengan membuat kedai Saudagar Kopi di kawasan Sabang dan membuat boardgame dengan nilai-nilai karakter positif.

 

Nah, dari sinilah Pak Philip mengajak kita untuk mampu melihat segalanya dalam gambaran besar, bukan gambaran kecil. Kalau saja Pak Philip melanjutkan sekolah, mungkin beliau tak akan bertemu Ibu Julie. Dan kalau tak bertemu Ibu Julie, mungkin Pak Philip tak akan jadi pengusaha dan motivator sukses. Titik-titik kecil inilah yang sebenarnya membentuk kita, dan harus diingat dan dihargai, agar kita tetap mampu memiliki semangat Cinta Mula-Mula tersebut.

 

Wah, Pak Philip dan Ibu Julie emang motivator handal deh. Selesai presentasi tentang Cinta Mula-Mula, kami para relawan Rumah Harapan VCF dan relawan Blood for Life (BFL) yang ikut bergabung, jadi terbuka pikirannya. Apalagi di tengah-tengah sesi, diputar video sketsa buatan Ibu Julie yang membuat kita diingatkan lagi tentang betapa besarnya cinta orangtua pada diri kita.

 

Oiya, selain kedatangan rombongan dari BFL, Kelas Inspirasi RHVCF-Astra kali ini juga kedatangan tamu istimewa, yaitu Kak Lucy dan Kak Raju mewakili Astra International dan program CSR Astra, Satu Indonesia (@SATU_Indonesia). Ada juga kakak-kakak dari YCAB.

 

 

Selain itu, kami juga bermain boardgame Detak Impian buatan Pak Philip dan Ibu Julie. Ini adalah papan permainan yang mengajak kita untuk menentukan target dalam hidup dalam kurun waktu tertentu, dan membuat semacam analisis SWOT agar kita mampu mencapai target tersebut. Sebenarnya ini mirip program coaching atau pendampingan, tapi dikemas dalam permainan yang seru dan bikin ketawa terus.

Main boardgame Detak Impian yang serius tapi tetap seru dan kocak.

Main boardgame Detak Impian yang serius tapi tetap seru dan kocak.

 

Dan begitulah kakak-kakak, aktivitas pada akhir pekan kemarin di RH. Kelas Inspirasi yang seru dan bakal lebih seru lagi di tiap Kelas Inspirasi berikutnya. Sampai jumpaaaa….

wefie

5 Responses to Kelas Inspirasi Astra #3: Philip Triatna-Julie Tane

  1. salaam buat pak phillip, jika berkenan memberi pengalamannya di Cirebon … kabari saya.

    dan sampaikan TERIMA KASIH buat pak Phillip udah berkenan beli album saya #SirkusDunia

    mari berjamaah berbagi kebaikan
    salaam
    @tabibqiu

    • Siap Kak Tabib! nanti akan disampaikan ke Pak Philip. Makasih ya udah mampir ke Rumah Harapan dan banyak berbagi ke adik-adik asuh. Ditunggu lagi lho kedatangannya di RH 🙂

  2. Kakak2 dari YCAB. Terimakasih masih mengingat kami 🙂 Tetap semangat melayani ya kakak2 di rumah Harapan! Terimakasih untuk kelas inspirasinya bulan lalu! We are blessed!

  3. selamat buat pak philip dan keluarga besar nya ya semoga tetap sukses ya menjalankan bisnis nya tuhan memberkati keluarga pak philip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *