Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Kelas Inspirasi 5: Ilmu dari Pak Johari Zein

 

Sudah 5 kali Kelas Inspirasi RHVCF-Astra International digelar, dan semakin ramai pesertanya. Pada Kelas Inspirasi bulan ini yang diadakan pada 11 April 2015, jumlah relawan dan tamu yang datang lebih dari 20 orang. Semuanya sepertinya penasaran dengan ilmu inspirasi yang akan diberikan pembicara kali ini, yaitu Bapak Johari Zein, Managing Director JNE.

 

Pak Djo, panggilan akrab beliau, sengaja kami pilih untuk mengisi Kelas Inspirasi RHVCF-Astra International karena sepak terjang beliau yang luar biasa, mampu membuat perusahaan yang dikelolanya, JNE, bisa dibilang menjadi raja perusahaan jasa pengiriman di Indonesia. Kami yakin, keberhasilan beliau ini bukan semata-mata karena hitung-hitungan bisnis semata. Dan dugaan kami memang benar.

 

Setelah membuka Kelas Inspirasi dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pak Djo memulai kisahnya. Lahir di Medan, Pak Djo sejak kecil sudah diajarkan oleh ibunya untuk bersikap baik pada semua orang. Berteman tanpa pandang bulu. “Pokoknya apapun yang terjadi, be nice,” kenang Pak Djo.

 

RH_Jo JNE_indasusanti (22)

 

Prinsip “be nice” dibawa terus oleh Pak Djo dalam keseharian, termasuk dalam pergaulan di sekolah. Pernah, saat SMA, karena Pak Djo jago menggambar, dia dimintai tolong temannya untuk membuat sebuah gambar sebagai kado untuk seorang gadis yang ditaksirnya. “Saya buatkan teman saya gambar. Lalu dia kasih ke perempuan yang ditaksirnya. Sampai sekarang perempuan itu taunya teman saya yang gambar itu, bukan saya,” kata Pak Djo tertawa.

 

Buat Pak Djo, ada rasa kesenangan dan kebahagiaan tersendiri kalau bisa menolong orang. “Semakin bisa menolong orang, semakin saya senang,” ujar Pak Djo. Dan prinsip ini rupanya dibawa terus dan dipakai sebagai pegangan dalam menjalankan bisnis di JNE. Misalnya, Pak Djo selalu berusaha untuk melahirkan inovasi-inovasi di perusahaan agar pelanggan selalu senang dengan layanan perusahaannya. “Istilahnya connecting happiness. Kita kirim barang, kalau sesuai harapan, yang mengirim senang, yang dikirim senang, kami pun ikut senang,” urai beliau.

 

Prinsip menyenangkan pelanggan ini begitu dipegang teguh oleh Pak Djo. Oleh karena itu, beliau juga tidak segan-segan mengganti tim manajer yang dianggapnya tidak bekerja sesuai harapan. “Kerjanya lambat. Dan saya tidak mau pelanggan saya menunggu kebahagiaan terlalu lama,” kata Pak Djo.

 

Sebagai bagian dari membahagiakan pelanggan itu pula, Pak Djo dan timnya tengah melakukan riset pasar tentang pengemasan barang yang dihubungkan dengan dunia hiburan. Misalnya, mengirim kue bolu gulung di dalam kaleng bergambar artis-artis terkenal di Indonesia. Dengan kemasan kaleng, pengiriman jarak jauh lebih dimungkinkan. “Kalau memungkinkan, kita bisa kirim kue bolu ke Jepang, kita pasarkan di sana. Kita buat bolu Indonesia terkenal di sana seperti kue dorayaki terkenal di Indonesia,” harap Pak Djo.

 

Ada pula ide pengemasan produk digabungkan dengan penjualan album musisi Indonesia. Juga riset yang lain yang tengah dikembangkan di lingkungan perusahaan. Intinya, Pak Djo ingin lingkaran “connecting happines” nya semakin membesar. “Musisi atau artisnya senang, pelanggan senang, kami juga untung,” kata Pak Djo.

 

Bagi Pak Djo, nomor satu memang membahagiakan pelanggan. Dari situ, keuntungan atau keajaiban lainnya akan mengikuti. Karena itu pula, Pak Djo selalu mengajarkan anak-anaknya untuk menjunjung tinggi kebahagiaan. “Jangan ajarkan anak menjadi kaya, tapi ajarkan mereka untuk bisa bahagia dan membahagiakan orang lain,” ujar beliau.

 

Dalam hal mendidik anak-anaknya, Pak Djo juga mengajarkan mereka untuk bisa menghargai uang. Karena itulah, beliau tetap mempersilakan anak-anaknya bekerja di JNE, namun dengan catatan, mereka harus punya benchmark atau standar kesuksesan. “Yang paling dekat benchmark-nya ya saya, ayah mereka. Jadi mereka harus lebih sukses dan hebat dari saya. Karena itulah, meski di dalam keluarga, tapi persaingan tetap ketat,” jelas Pak Djo.

 

Meski ketat, tapi etika dan prinsip kebaikan juga harus dipegang teguh. Pak Djo mencontohkan, sebelum membangun JNE, dia pernah ditawari pekerjaan sebagai kepala rumah tangga di sebuah perusahaan. Namun syaratnya, tiap bulan, beliau harus menandatangani sebuah cek kosong. “Saya tidak mau. Akhirnya saya tolak pekerjaan itu,” kenang beliau.

 

Pada intinya, Pak Djo membangun usahanya dengan semangat membahagiakan, kerja keras, dan perhitungan bisnis yang tinggi. Sebagai orang yang memulai karier dari bawah dan pernah menjadi kasir restoran, kerja keras dan prinsip “be nice” selalu dipegang teguh. Memperluas jaringan atau networking juga menjadi keharusan. Sebagai pebisnis, tetap mempekerjakan karyawan -terutama saat terjadi krisis ekonomi seperti yang pernah dialami Pak Djo-  juga menjadi kebahagiaan tersendiri. Juga tidak pernah berhenti belajar, karena bisnis harus terus berkembang. “JNE sedang menuju IPO. Kita selalu ingin jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar beliau.

 

Banyak sekali ilmu yang diberikan Pak Djo selama mengisi Kelas Inspirasi. Dan sebagai ucapan terima kasih, kami pun berusaha melakukan prinsip “connecting happiness” seperti yang disebut Pak Djo. Karena Pak Djo sudah memberi ilmu pada para peserta, maka giliran kami yang membalasnya dengan sebuah puisi dan lagu untuk Pak Djo. Ada Tyas, survivor kanker yang menjadi adik asuh kami, membacakan puisi kepada Pak Djo, sekaligus menyanyikan lagu Jangan Menyerah (The Massive)  dan lagu legendaris Ayah. Suasananya begitu haru, sampai-sampai Kak Silly dan beberapa peserta Kelas Inspirasi meneteskan airmata.

 

11150206_1567828713470464_5138191900362877674_n

Tyas membaca puisi untuk Pak Djo, dan Kak Silly pun menangis haru.

 

Tapi keharuan ini langsung berganti ceria karena semua berebut ingin berfoto dan meminta tanda tangan dibuku “Menjadi Djo”, sebuah buku semi biografi Pak Djo, yang menjadi suvenir bagi para peserta Kelas Inspirasi. Sungguh acara yang menyenangkan. Semoga lingkaran “connecting happiness” kita semakin membesar ya,Pak. Dan berikut ini beberapa foto keceriaan dari acara Kelas Inspirasi Sabtu lalu. Sampai jumpa di Kelas Inspirasi RHVCF-Astra International bulan Mei mendatang!

 

10426310_1567828606803808_2433374684533659606_n

 

RH_Jo JNE_indasusanti (62)

 

RH_Jo JNE_indasusanti (66)

RH_Jo JNE_indasusanti (118)

Kak Sugi yang mengiringi adik-adik bernyanyi.

RH_Jo JNE_indasusanti (110)

Pak Djo dan Erika

RH_Jo JNE_indasusanti (60)

Kiri ke Kanan: Ketua BFL, Ketua 3 Little Angels, Pak Djo, Founder VCF, Ketua Rumah Harapan VCF.

RH_Jo JNE_indasusanti (92)

Buku “Menjadi Djo” yang menjadi suvenir bagi peserta Kelas Inspirasi RHVCF-Astra International kali ini.

RH_Jo JNE_indasusanti (115)

Terima kasih dan sampai jumpaaaa….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>