Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Kun Kun – Brebes

 

Nama: Kun Kun Abdul Hakim

TTL: Brebes, 14 Juli 2005

Nama Bapak: Abdul Gofur

Pekerjaan Bapak: Guru Swasta

Nama Ibu: Siti Aisyah

Pekerjaan Ibu: Guru

Golongan Darah: O+

Hobi: Main Bulutangkis, Makan Nasi Goreng

 

IMG20171010163040

 

Namanya memang unik. Kata Ibunya, nama itu diambil nama panggilan anak kyai yang bacaan Al-Quran-nya bagus. Jadi, nama ini ibarat doa dari orang tua Kun Kun supaya anaknya bisa punya ilmu agama yang baik. Kun Kun yang pendiam juga disekolahkan ke pesantren di Tegal dan tinggal di asrama. Waktu tempuhnya sekira satu jam naik motor dari rumahnya di Brebes. Kun Kun baru masuk pesantren dua bulan lalu (Juli) sebelum akhirnya pulang pada Agustus lalu karena sakit ginjal bocor.

 

Sebelum terkena ginjal bocor, Kun Kun memang beberapa kali sakit. Waktu masih SD, dia sering sakit perut. Saat BAB, kotorannya pun berwarna hitam. Lalu bulan Februari 2017, dia terkena infeksi usus dan dirawat di rumah sakit sampai empat hari. Selain itu, kaki kirinya juga sering sakit.

 

Sampai pada bulan Agustus, badan Kun Kun bengkak-bengkak, dari pipi sampai kaki. Kun Kun akhirnya dilarikan ke rumah sakit swasta, dan dari situ, dokter bilang kalau ginjal Kun Kun bocor. Kun Kun harus segera transfusi darah. Saat itu, tensi darahnya juga tinggi.

 

Selain itu, Kun Kun juga sering kejang. Karena kondisinya mengkhawatirkan, dia akhirnya dibawa ke RSUD Kardinah, Tegal. Sampai di rumah sakit ini, kondisi Kun Kun sudah kritis, dan dia koma berhari-hari. Karena di RSUD Kardinah tidak ada alat cuci darah untuk anak-anak, dokter lantas merujuk Kun Kun ke RSCM Jakarta. Karena kondisinya yang kritis, pada awal September, Kun Kun akhirnya dibawa dengan ambulans, dari Tegal ke Jakarta dengan perjalanan selama 6 jam. “Saya enggak sempat bawa apa-apa. Cuma bawa airmata saja saat bawa Kun Kun,” kenang ayah Kun Kun,

 

IMG20171010163137

 

Sesampai di RSCM, Kun Kun langsung cuci darah. Dan alhamdulillah, Kun Kun akhirnya sadar dari koma. Dia sempat selama satu minggu di ruang ICU. Sekarang, Kun Kun harus rutin cuci darah dua kali dalam seminggu. Nantinya Kun Kun juga akan dipasangi alat CDL (Catheter Double Lumen) di dalam tubuhnya melalui operasi. Jadi darah bisa keluar dan masuk lewat selang CDL saat cuci darah, tanpa anggota badan harus ditusuk. Sementara untuk proses cuci darah, Kun Kun tetap harus melakukannya di RSCM Jakarta karena di Tegal belum ada alat cuci darah untuk anak-anak.

 

“Saya belum tahu bagaimana nasib pekerjaan saya, karena sejak Agustus belum pulang. Mungkin nanti mau cari kerja saja di Jakarta karena Kun Kun harus tinggal di Jakarta. Tapi saya juga masih belum bisa berpikir jernih,” kata Ayah Kun Kun.

 

Mari kita doakan Kun Kun sekeluarga, supaya mereka kuat dan sabar menghadapi ujian ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>