Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Kunjungan Pertamaku Menjenguk Adik-adik di Rumah Harapan Bandung

 

Saya mau share nih, cerita saya pertama kali berkunjung ke Rumah Harapan VCF Bandung yang beralamat di Jalan Sukagalih 2 No.96 Sukajadi – Bandung. Tepatnya, hari Sabtu tanggal 23 Januari 2016, saya datang ke sana. Rumah Harapan VCF Bandung sebenarnya memang belum resmi berdiri, dalam arti belum ngadain launching.

 

Annisa (baju putih) dan Keyla (baju kuning) sedang asyik mewarnai.

Annisa (baju putih) dan Keyla (baju kuning) sedang asyik mewarnai.

Tapi meski demikian, Rumah Harapan Bandung VCF udah kedatangan adik-adik yang membutuhkan rumah singgah. Akhirnya, mulai tanggal 20 Januari 2016 Rumah Harapan Bandung mulai dihuni oleh tiga orang adik, yang pertama adalah Revan, usia 3 tahun asal Cirebon, saat ini sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor testis. Kedua adalah Keyla, usia 5 tahun asal Lampung, yang sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor di matanya. Dan yang ketiga adalah Annisa, usia 9 tahun asal Majalengka. Annisa saat ini sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor ovarium.

 

Revan (baju biru) sedang bermain bersama anak salah satu volunteer RH Bandung.

Revan (baju biru) sedang bermain bersama anak salah satu volunteer RH Bandung.

 

Malah di hari berikutnya, ada satu adik lagi yang ikut menginap di Rumah Harapan Bandung, yaitu Syalwa, usia 1 tahun asal Majalengka. Sama seperti ketiga adik sebelumnya, Syalwa juga menderita penyakit tumor. Tapi alhamdulillaah, keesokan harinya Syalwa udah dapat kamar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk bisa menjalani pengobatan yang lebih intensif, jadi Syalwa hanya sempat menginap satu hari di Rumah Harapan Bandung.

 

Perjuangan adik-adik ini luar biasa, lho. Terutama keluarga yang mendampingi mereka yang harus ikut berkorban waktu, tenaga, serta materi demi kesembuhan anak mereka. Salah satunya adalah kedua orangtuanya Keyla yang harus bolak-balik Lampung – Bandung untuk memperjuangkan kesembuhan Keyla anak semata wayang mereka. Keyla yang di usianya sedang asyik-asyiknya bermain dan mengenal bangku sekolah Taman Kanak-kanak ini, terpaksa berhenti sekolah karena harus menjalani pengobatan penyakitnya.

Setiap hari, Keyla, Revan, dan Annisa beserta keluarga mereka harus bolak-balik ke RSHS dan mengantri untuk mendapatkan giliran kamar perawatan (ruang rawat inap). Keyla sempat diberi kabar oleh pihak RSHS bahwa giliran untuk mendapatkan kamar kemungkinan di bulan Februari nanti, Itu sebabnya orangtuanya Keyla memutuskan untuk sementara waktu pulang dulu ke Lampung, dan akan kembali ke Bandung bulan Februari.

Keyla dan orangtuanya kembali ke Lampung hari Sabtu sore tanggal 23 Januari 2016. Ada satu hal yang membuat saya terharu, yaitu saat Mamanya Keyla pamit pulang. Beliau berkali-kali mengucapkan terima kasih untuk Rumah Harapan Bandung, karena udah diizinkan menginap. Beliau bilang Rumah Harapan Bandung udah jauh lebih nyaman di banding sebelumnya, mereka sekeluarga harus tidur di halaman atau teras RSHS, dan hanya beralaskan tikar.

 

Keyla (baju kuning), Revan (baju setelan warna biru), Annisa (baju putih).

Keyla (baju kuning), Revan (baju setelan warna biru), Annisa (baju putih).

Saya tau Mamanya Keyla benar-benar tulus mengucapkan terima kasih, karena saya melihat matanya berkaca-kaca saat mengucapkannya. Ucapan terima kasih itupun tak hanya sekali saja terlontar darinya, namun berkali-kali, seolah beliau khawatir jika lupa mengucapkannya. Ya Allah, begitu besarnya ujian mereka. Betapa tak pantasnya diri ini mengeluhkan hal-hal yang sebenarnya sepele, jika dibandingkan dengan ujian yang Engkau berikan untuk mereka.

Meski Keyla, Revan, dan Annisa sedang berjuang mengatasi penyakit mereka, namun saya tak melihat kesedihan di mata mereka. Mereka tampak normal sama seperti anak-anak lainnya. Saya yakin, bahwa sesungguhnya ujian yang Allah berikan lebih ditujukan pada orangtua dan orang-orang di sekitar mereka, termasuk saya. Anak-anak masih dilindungi oleh banyak malaikat, dan mereka masih bersih dari beban dosa.

Ini ujian bagi kita semua, untuk menyadarkan kita sejauh mana kepedulian kita terhadap mereka, sejauh mana orangtua mereka bisa sabar, berkorban, dan berjuang untuk kesembuhan anak mereka. Hal itu menyadarkan kita bahwa adik-adik seperti Keyla, Revan, Annisa dan yang lainnya, mereka membuka kesempatan bagi kita untuk berbagi kebaikan.

Terima kasih adik-adikku sayang atas pelajaran yang kalian berikan. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan untuk kalian. Kesembuhan yang mudah dan tanpa meninggalkan rasa sakit, aamiin.

 

Sumber: rumahjurnalku.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>