Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Meditasi dengan Kismis dan Cokelat

 

Awal tahun baru 2016, RHVCF punya program baru untuk adik-adik dampingan, juga para pendamping dan para sukarelawan/volunteer. Programnya adalah kelas meditasi yang dibimbing oleh healing practitioner Kak Amelia Devina dan Kak Cecilia Cyntia. Kelasnya diadakan seminggu sekali, tiap Rabu sore.

 

Program ini diadakan, karena Kak Silly selaku pendiri RHVCF merasa perlu memberikan bimbingan mental dan spiritual bagi segenap orang yang ada di RHVCF. Karena tentu tidak mudah bagi adik-adik dampingan serta orangtuanya, juga bagi kakak-kakak sukarelawan, dalam berjuang dan menjaga agar rumah singgah ini tetap berjalan sesuai keinginan. Ada masa-masa naik dan turun dalam emosi, yang perlu dikelola agar mental tetap sehat.

 

Suasana meditasi di RHVCF.

Suasana meditasi di RHVCF.

Kak Amel (baju biru) dan Kak Sisil (baju putih) dua healing practioner yang menjadi pembimbing di kelas meditasi.

Kak Amel (baju biru) dan Kak Sisil (baju putih) dua quantum healing practitioner yang menjadi pembimbing di kelas meditasi.

 

Intinya, dengan bermeditasi, kita semua diajak untuk bersabar, bersyukur, dan fokus pada hal-hal yang kita alami di saat sekarang. Tak perlu menyesali masa lalu, tak usah khawatir dengan masa depan. Lakukan saja yang terbaik di masa sekarang, saat ini.

 

Yang menarik, Kak Amel dan Kak Sisil mengajarkan cara meditasi yang asyik. Kami baru tahu, bahwa meditasi ternyata bisa dilakukan dalam kondisi apapun. Bisa sambil makan, sambil memasak, sambil mandi, bahkan sambil bernyanyi. Pokoknya, tidak harus duduk diam dan dalam suasana sunyi seperti yang biasa kita lihat atau kita ketahui selama ini.

 

Dalam pertemuan pertama program meditasi misalnya, Kak Amel dan Kak Sisil mengajarkan caranya meditasi sambil makan kismis. Langkahnya gampang saja. Pertama, kita taruh kismis di tangan kita. Tapi kismis jangan langsung dimakan. Tapi kita perhatikan dulu bentuk dan warnanya. Apakah besar atau kecil? Apakah berwarna cokelat atau merah? Lalu kita rasakan juga teksturnya. Apakah kasar atau lembut? Jika kasar, apakah yang membuatnya terasa kasar? Semuanya harus kita lakukan dengan pelan-pelan. Jangan terburu-buru.

 

Makan kismis harus pelan-pelan dan dihayati. Biar rasanya makin nikmat!

Makan kismis harus pelan-pelan dan dihayati. Biar rasanya makin nikmat!

 

Berikutnya, kismis kita masukkan ke tengah-tengah lidah. Tapi jangan dimakan dulu. Kita rasakan dulu bagaimana rasanya keberadaan kismis itu di lidah kita. Kita kecap-kecap rasanya. Nah, baru setelah itu, kita makan kismis tersebut. Masih dengan pelan-pelan, kita rasakan seperti apa nikmatnya kismis tersebut. Apakah rasanya manis, asam, atau yang lainnya.

 

Mengapa mau makan kismis saja harus berlama-lama? Karena itu tadi, kita harus berada di masa sekarang, saat ini. Kita harus fokus pada apa yang terjadi saat ini. Seringkali, akibat kesibukan atau kekhawatiran yang berlebihan, pikiran kita melayang ke mana-mana hingga akhirnya perasaan kita tidak bahagia.

 

Dan memang benar. Makan kismis dengan cara yang disebut di atas, rasa kismis yang sebenarnya sudah kita ketahui rasanya dan mungkin sering kita makan pun, rasanya jadi terasa lebiiiihhh enaak. Karena memang kita jadi menghayati apa yang kita lakukan saat itu.

 

Hal yang sama bisa kita terapkan saat makan apapun, bahkan saat bernyanyi. Pada pertemuan kelas meditasi berikutnya, adik-adik diajarkan meditasi sambil bernyanyi lagu Pelangi-Pelangi. Setiap kali mengucap liriknya, mereka diajak untuk membayangkan gambaran lirik tersebut di kepala mereka.

 

Kak Silly pun ikut meditasi.

Kak Silly pun ikut meditasi.

 

Dalam pertemuan yang lain, para peserta meditasi diajak untuk mengatasi energi buruk dan menyimpan energi baik. Caranya, dengan membayangkan ada pipa di atas kepala dan di bawah kaki kita. Pipa di bawah kaki digunakan untuk menyedot energi negatif. Jadi, setiap kali kita memiliki pikiran negatif, kita bayangkan pipa tersebut menyedot segala hal-hal negatif yang ada di tubuh kita.

 

Sementara itu, pipa di bagian atas dipakai untuk mengumpulkan kebaikan yang ada di alam semesta. Kita bayangkan kebaikan-kebaikan apapun berkumpul membentuk sebuah bola raksasa, lalu masuk ke dalam pipa dan tinggal di kepala dan tubuh kita. Pikiran kebaikan ini akan kita gunakan untuk membantu menjalani hari yang suatu kali mungkin terasa buruk atau tidak menyenangkan.

 

Senang kami dibuatnya oleh kelas meditasi ini. Semoga saja, program ini benar-benar bisa membantu adik-adik, orangtua, hingga para sukarelawan yang ada di Rumah Harapan VCF. Semoga, pikiran kita menjadi lebih jernih, dan hidup kita terasa menjadi lebih baik. Aminn…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>