Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Melepas Aidil ke Surga

 

Selalu ada masa-masa berat saat di Rumah Harapan VCF. Salah satunya adalah saat kami harus kehilangan adik dampingan, melepas mereka menemui Sang Pencipta. Setelah awal tahun 2015 ini kami harus melepas Ucu, pada 8 Oktober lalu, giliran Aidil yang harus kami ikhlaskan untuk pergi.

 

Aidil adalah adik dampingan kami yang datang dari Batam. Almarhum menderita leukimia di usianya yang baru 8 tahun. Kurang lebih 3 bulan sebelum meninggal, Aidil datang dan tinggal sementara di RHVCF bersama ibu dan Putri, adiknya yang masih berusia kurang dari 2 tahun. Semenjak tinggal di RHVCF, Aidil rutin melakukan kemoterapi di RSCM.

 

Selama tinggal di RHVCF, Aidil kami ingat sebagai anak yang santun. Dia jarang bicara. Tak pernah rewel. Tidak pernah menyusahkan. Bahkan satu minggu sebelum meninggal, saat Aidil mendadak demam tinggi dan harus dibawa ke IGD RSCM, dia juga tetap menjadi anak yang tidak rewel.

 

Aidil saat diliput untuk program Morning Show di stasiun televisi Berita Satu.

Aidil saat diliput untuk program Morning Show di stasiun televisi Berita Satu.

 

Selama di rumah sakit, Aidil kadang memang sedikit sulit makan. Untung, ibunya mudah membujuk Aidil. Terlebih lagi, kakak-kakak relawan rajin menjenguknya, termasuk menyuapi Aidil kalau dia sedang malas makan. Kalau Aidil sudah mulai bosan dan mengajak ibunya pulang ke Rumah Harapan VCF, langsung kami bujuk dengan  mengajaknya nonton film serial favoritnya; Boboiboy dan Power Rangers melalui ponsel. Kalau sudah begitu, Aidil yang punya cita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran ini langsung lupa dengan permintaannya itu :-)

 

IMG-20151002-WA0012

Kakak-kakak relawan yang selalu setia memberi semangat pada Aidil.

Kakak-kakak relawan yang selalu setia memberi semangat pada Aidil.

 

Aidil anak yang baik. Bahkan ketika Tuhan ingin dia pulang ke surga-Nya, Tuhan memanggilnya dengan sangat lembut. Pukul 22.40 WIB di RSCM, Aidil pergi dengan cepat dan sangat tenang. Tanpa tangisan, tanpa teriakan rasa sakit. Hanya ibu dan ayahnya yang isakan tangisnya terdengar. Juga kesedihan mendalam Kak Ichsan, relawan baru RHVCF yang setia mendampingi Aidil di tiga malam terakhirnya.

 

Sedih jelas bergelayut di wajah para relawan RHVCF. Tapi kami harus tetap kuat. Terlebih, kami juga harus bersiap-siap mengurus segala hal yang diperlukan untuk membawa jenazah Aidil pulang ke Batam. Kami pun langsung bergerak cepat. Sebagian relawan mengurus surat-surat agar jenazah Aidil bisa segera dibawa meninggalkan RSCM dan dipulangkan ke Batam dengan menggunakan pesawat. Sebagian lagi mempersiapkan rumah singgah di Tebet untuk kedatangan jenazah Aidil dari RSCM.

 

Menjelang pukul 4 pagi, jenazah Aidil tiba di RHVCF. Pagi harinya, kami memanggil ustaz untuk menjadi imam shalat jenazah. Sungguh, kami ingin melepas Aidil dengan sebaik-baiknya, sejauh yang kami bisa.

 

CQ13v75VAAAh8G-

 

Pukul 10.00 WIB, kami pun harus benar-benar berpisah dengan Aidil. Dengan penuh haru, kami berpelukan dengan ibu dan ayah Aidil, juga Putri. Berpisah dengan Putri juga menjadi hal yang terberat buat kami. Pasalnya, sejak Aidil dirawat di rumah sakit dan didampingi ibunya, praktis Putri dijaga oleh para relawan di RHVCF.

 

Menjaga balita yang belum genap dua tahun jelas tak mudah. Putri beberapa kali rewel karena ingin menyusu dan rindu ibunya. Pernah suatu malam, Putri menangis terus. Tak mau makan, tak mau tidur. Akhirnya Gugun, sopir RHVCF pun membawanya jalan-jalan dengan mobil pada dini hari demi menenangkan Putri. Untungnya, dukungan dari sahabat-sahabat RHVCF pun berdatangan. Ada yang mengirimkan pompa ASI, ada pula yang memberikan MPASI untuk Putri. Semua bantuan ini benar-benar berarti buat kami dan keluarga Aidil. Karena banyak kenangan bersama inilah, saat harus berpisah dengan Putri, seolah kami jadi seperti kehilangan banyak adik secara bersamaan.

 

Putri yang cantik dan menggemaskan.

Putri yang cantik dan menggemaskan.

Kakak-kakak relawan berat melepas Putri pulang ke Batam.

Kakak-kakak relawan berat melepas Putri pulang ke Batam.

 

Pada akhirnya, kami memang harus berpisah dengan Aidil dan keluarganya. Jelang siang, mereka berangkat ke bandara. Selama di bandara, kami pun tetap mendapat informasi dari keluarga Aidil tentang pengurusan kargo yang sudah dibantu oleh petugas dari RSCM. Berkat kemurahan Tuhan pula, Aidil tiba lebih cepat di Batam, dan jenazahnya dimakamkan malam itu juga.

 

Esok harinya, kami mendapat ucapan doa yang mengharukan dari keluarga Aidil, lewat postingan di akun Facebook kami.

CQ8uVlYUkAAP9s-

 

Kami tak pernah menyangka, kalau yang kami lakukan akan sangat berarti bagi keluarga Aidil di Batam. Karena sebagai rumah singgah bagi adik-adik sakit dari luar Jakarta, sudah menjadi keinginan kuat kami untuk memberikan yang terbaik di rumah ini. Siapapun yang datang ke rumah kami, akan kami anggap sebagai saudara, bagian dari keluarga besar RHVCF.

 

Dan meski fisik Aidil sudah tak bersama kami lagi, juga keluarga Aidil tinggal jauh di Batam, sesungguhnya hati kami akan selalu bertaut. Kami akan terus saling mendoakan. Melihat kebersamaan kami, Aidil pasti akan tersenyum di surga :-)

 

Posted by Herita Endriana in adik asuh, Berita Rumah Harapan, Rumah Harapan   Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>