Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Menjenguk Guntur

 

Siapa Guntur? Kami mengenalnya melalui artikel ini http://regional.kompas.com/read/2015/02/06/14355781/Kisah.Guntur.Bocah.Lumpuh.yang.Hidup.Tanpa.Orangtua.

Guntur adalah bocah 8 tahun yang tubuhnya lumpuh. Dia tinggal di rumah sederhana di daerah Bandung, tanpa orangtua, tanpa kakek-nenek. Ibu, kakek, dan neneknya telah meninggal. Ayahnya pergi meninggalkan dia. Guntur hanya diasuh oleh adik neneknya yang berusia 55 tahun. Layaknya kisah klasik penderita sakit parah dari keluarga tidak mampu, Guntur tak punya biaya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit di Bandung.

 

Kami trenyuh membaca cerita tentang Guntur. Kak Silly lantas berinisiatif agar tim Rumah Harapan menjenguk Guntur ke Bandung. Syukur-syukur Guntur dan adik neneknya mau kami bawa ke Jakarta dan tinggal di Rumah Harapan agar bisa melanjutkan pengobatan.

 

Pada Selasa, 10 Februari, di pagi buta pukul 05.00, kami pun berangkat ke rumah Guntur. Dua jam perjalanan, pada sekira pukul 07.00, kami sampai di rumah Guntur yang sederhana. Kami langsung berjumpa Guntur. Meski lemah, tapi Guntur murah senyum. Senyumnya manis, dan wajahnya tampan.

guntur kakak2 2

 

Selain berbincang dengan Ibu Kokom, adik nenek Guntur, kami juga mengajak Guntur bermain. Kami bawakan mainan yang banyak untuk Guntur, hasil donasi dari sahabat-sahabat Rumah Harapan.

guntur mainan

 

Guntur senang dengan kehadiran kami. Apalagi ada yang mengajaknya bermain. Sayangnya, Guntur belum bisa kami bawa ke Rumah Harapan. Tapi tentu kami bawakan beberapa sumbangan untuk Guntur. Kami berikan bantal empuk hasil donasi Central Spring Bed, juga selimut dari komunitas Sumbang Selimut.

 

Tak hanya itu, kami juga memberikan sembako dan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Ada beras 10 kg, 3 dus susu, 3 kg gula, pampers 12 buah, sabun, pasta gigi, sikat gigi, vitamin, kayu putih, dan kaus HOPE.

 

Pemberian ini sebenarnya tak cukup untuk Guntur. Karena harapan kami sebenarnya bisa membawanya untuk tinggal di Rumah Harapan, kemudian kami rawat dengan penuh kasih sayang dan kami ajak untuk melanjutkan pengobatan agar Guntur bisa sembuh. Doakan kami ya kakak-kakak, semoga keluarga Guntur mau mengizinkan kami membawanya. Untuk sementara, melihat Guntur bisa tidur lelap dengan selimut dan bantal pemberian kami, sudah bisa membuat kami bahagia 🙂

 

 

guntur

 

 

Posted by Herita Endriana in Berita Rumah Harapan, Rumah Harapan, Sumbangan   Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *