Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Nisa nan Ceria

 

Halo, kakak-kakak. Kenalin, Ini Khoirunnisa atau Nisa. Dia udah ABG nih, umurnya 14 tahun. Asalnya dari Kampung Pasir Damang, Garut. Nisa sakit lasofaring atau tumor hidung. Gara-gara penyakit ini, mata kiri Nisa jadi agak menonjol ke luar. Tapi Nisa enggak malu dengan kondisinya ini. Bahkan kalau disapa, dia pasti langsung jawab dengan ceria.

 

Gara-gara penyakit ini, Nisa sekarang lagi berhenti sekolah karena harus rutin berobat ke RSCM. Tapi sampai sekarang Nisa masih tercatat sebagai murid kelas 2 SMP di SMP Setia Bakti, Garut. Nah, Kakak-kakak tahu enggak, kalau sekolah, Nisa selalu jalan kaki pergi-pulang. Jauhnya sampai 10 km balik-balik!

 

Kalau ditanya kenapa dia jalan kaki, alasannya sederhana aja. “Karena temen-temen juga jalan kaki,” katanya ketawa.

 

The Smiling Nisa

The Smiling Nisa

 

Ada lagi yang bikin takjub dari Nisa. Waktu masih di Garut, dia cuma makan satu kali sehari, yaitu malam hari aja. Jadi bayangin deh jadi Nisa. Pagi-pagi mesti jalan 5 km ke sekolah, belajar, pulang lagi jalan kaki 5 km, tapi enggak pake makan!! “Soalnya emang enggak laper,” katanya, lagi-lagi sambil ketawa. Kalau malam pun makannya enggak banyak, meski lengkap, pake nasi, sayur, dan lauk.

 

Nah, riwayat sakit Nisa dimulai saat dia masih SD, yaitu umur 11 tahun. Waktu itu gejalanya kayak pilek biasa, yaitu hidungnya tersumbat. Susah napas. Lalu matanya tiba-tiba menonjol. Tapi karena kesulitan uang (ayahnya hanya bekerja sebagai petani), Nisa pun enggak berobat.

 

Baru pada Mei 2016, kondisi Nisa makin parah. Dia sering mengalami pendarahan di hidung. Akhirnya dia dibawa ke RSUD Garut. Dari sini, diagnosanya Nisa terkena leukimia.

 

Gara-gara diagnosa ini, akhirnya Nisa dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin, Bandung. Nah, di sinilah baru ketahuan kalau nisa sakit tumor hidung. Akibat penyakit ini, hidung Nisa sekarang sudah enggak berfungsi. Hidungnya tidak bisa dipakai bernapas dan sudah tidak bisa mencium bau-bauan. Nisa pun sekarang bernapas pakai mulut.

 

IMG-20160818-WA0106

 

Sejauh ini, Nisa sudah dioperasi satu kali pada September 2016, yaitu untuk diangkat tumornya. tapi nanti akan ada operasi lagi, karena tumornya sudah menjalar ke otak. Tapi Nisa enggak terlihat khawatir. “Dokter bilang bisa pulih kok,” katanya.

 

Sambil menunggu jadwal operasi, Nisa paling hobi baca buku. Katanya dia pernah baca sekilas cerita Ayat-Ayat Cinta di majalah, tapi sampai sekarang belum pernah baca novelnya. “Selain itu juga suka nonton sinetron Anak Jalanan sama suka Natasha Wilona,” katanya cengengesan.

 

Nisa punya harapan, kalau sudah sembuh bisa piknik lihat Candi Borobudur. Dia juga punya cita-cita jadi dokter umum atau dokter anak. Pastinya biar bisa menolong anak-anak yang sakit kayak Nisa. Semoga cita-citanya tercapai ya, Nisa Sayang :-)

 

Nisa (berdiri) selalu ceria kan, hehe...

Nisa (berdiri) selalu ceria kan, hehe…

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>