Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Nurin Ingin Bisa Melihat

 

Nurin Nasya Agda. Gadis kecil kelahiran 24 Juli 2014 ini menderita Retina Blastoma Bilatera. Mata kirinya sudah tidak bisa melihat. Bola matanya sudah diganti dengan bola mata palsu. Sementara mata kanannya masih bisa diselamatkan, setidaknya sampai saat ini, meski fungsinya hanya sebatas Grade C.

 

Sejak umur 1 bulan, mata gadis yang tinggal di Desa Panton Makmur, Kabupaten Aceh Barat Daya ini sudah bermasalah. Saat itu pupilnya nyaris putih semua. Tapi seperti kebanyakan anak dari keluarga tidak mampu yang tinggal di desa nun jauh dari kota, Nurin baru bisa dibawa ke klinik terdekat pada usia 2,5 bulan. Waktu itu penyakit Nurin belum bisa terdeteksi. Dia hanya diberi obat yang tidak ada hubungannya dengan penyakit mata.

 

dsc_1204

 

Karena tak kunjung sembuh, Nurin akhirnya dibawa ke Banda Aceh. Perjalanan naik motor dari rumahnya ke kota memakan waktu 3 jam. Dari situ barulah ketahuan penyakit Nurin. Perintah dokter saat itu cukup mengejutkan: mata Nurin, dua-duanya, harus diangkat. Tapi ibunda Nurin, Roslaita tidak rela dengan keputusan itu. Dia pun mencari second opinion ke Medan. Tapi apa daya, dokter di Medan malah menguatkan pendapat dokter di Aceh.

 

Beruntung, ayah Nurin bekerja sebagai TKI (kuli bangunan) di Malaysia. Akhirnya Nurin pun dibawa ke Malaysia untuk mencari pendapat lain dari dokter di sana. Di sini ada satu titik harapan: mata kiri memang sudah tidak bisa diselamatkan, tapi mata kanan masih bisa diselamatkan.

 

Nurin pun harus segera dioperasi. Tapi biayanya tidak ada. Lagi-lagi, Nurin masih beruntung. Adik ayahnya yang mendapat beasiswa di Australia ternyata menggalang dana untuk operasi Nurin, termasuk meminta donasi ke Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di sana. Operasi bahkan akan dilaksanakan di India. “Saya juga enggak tau kenapa di India. Semuanya udah diatur adiknya bapaknya Nurin. Saya cuma tinggal berangkat, enggak keluar duit sama sekali,” kata Roslaita. Donasi juga datang dari dinas sosial dan bupati di kampungnya.

 

Nurin akhirnya berhasil di operasi di Center for Sight di Hyderabad, India. Saat itu usia Nurin 9 bulan. Selama dua bulan, mata kanan Nurin juga diobati secara intens. Setelah itu, Nurin diperbolehkan pulang dulu ke Indonesia. Tapi ini bukan berarti proses pengobatan selesai. Nurin sampai harus bolak-balik 9 kali ke India demi mata kanannya kembali berfungsi normal.

 

dsc_1160

Nurin kurang suka difoto, makanya fotonya harus candid :-D

Nurin kurang suka difoto, makanya fotonya harus candid :-D

 

Tapi bantuan memang tak selalu datang. Setelah kunjungan ke-9, Nurin tak lagi mendapat donasi untuk berobat ke India. Padahal saat itu lima titik kanker di mata kanan Nurin sudah mengecil. Agar pengobatan tak sia-sia, dokter di India menyerahkan pengobatan Nurin pada dokter yang dikenalnya di RSCM, Indonesia.

 

Nah, sekarang ini, tiap 3 bulan sekali, Nurin harus kontrol kesehatan matanya ke RSCM. Pemeriksaan terakhirnya cukup menggembirakan, yaitu selain sel kankernya mengecil, juga tidak ada kanker baru di mata kanannya. Dan sepertinya mata kanan Nurin bisa berfungsi cukup baik. Buktinya pas sedang main di luar rumah singgah lepas maghrib, Nurin bisa melihat bintang yang berkelip terang di langit. Cepat sehat lagi ya, Dek :-)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>