Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Oleh-Oleh dari Atambua

 

Pertengahan minggu lalu, Kak Silly mewakili Rumah Harapan VCF pergi ke Atambua, NTT untuk ikut membagikan 1.500 kacamata gratis bersama Astra International dalam program #GenerAKSISEHATIndonesia. Selama 3 hari, Kak Silly melihat langsung bagaimana kondisi anak-anak di Atambua. Begitu kembali ke Jakarta, Kak Silly menceritakan pengalamannya tersebut kepada kami. Tak banyak yang diceritakan, tapi dari situ kami kembali menyadari, bahwa langkah kecil siapapun dalam membantu sesama, akan berarti banyak bagi mereka yang membutuhkan.

 

Kak Silly bersama murid-murid SD Fatubenao, Atambua.

Kak Silly bersama murid-murid SD Fatubenao, Atambua.

 

Yang kenal dengan Kak Silly, pasti tahu kalau beliau ini kesibukannya padat. Tapi dari banyak kegiatan itu, pasti hanya berpusat pada dua hal; kalau tidak untuk membantu sesama, berarti waktunya dihabiskan untuk bersama ketiga anaknya. Nah, satu hari sebelum keberangkatan, Kak Silly memutuskan untuk ke Bandung, menemui Guntur, bocah yatim piatu yang lumpuh. Tujuannya, membawa Guntur tinggal di Rumah Harapan. Kisah kunjungan tim Rumah Harapan menemui Guntur bisa dibaca di rumah-harapan.com/menjenguk-guntur#more

 

Karena gagal membawa Guntur tinggal di RH, Kak Silly pun terbawa emosi. Sedih, kata Kak Silly. Tak lama kemudian, kami mendengar kondisi Ucu yang tengah memburuk di RSCM. Ucu adalah adik asuh kami yang tinggal di RH (kisahnya bisa dibaca di rumah-harapan.com/tetap-semangat-ucu#more ).  “Saya sedih melihat Guntur, nangis waktu dikasih lihat foto kondisi Ucu yang pendarahan. Gara-gara itu mata saya jadi sakit. Jadi enggak bisa baca update-an informasi dari teman-teman yang mendampingi Ucu di rumah sakit. dari situ saya jadi inget lagi, mata ini memang berarti banget,” cerita Kak Silly.

 

Gara-gara mata yang lelah dan besoknya mau berangkat membagikan kacamata pula, Kak Silly jadi ingat lagi cerita Rukun yang matanya minus 16 tapi belum pernah pakai kacamata sekali pun. Karena keterbatasan biaya, orangtua Rukun tidak bisa membelikannya kacamata. Kalau di sekolah, guru-gurunya harus membacakan soal atau materi pelajaran kepada Rukun, karena sudah jelas Rukun tidak mampu melihat tulisan di papan tulis. Kadang-kadang, dia juga harus dituntun orangtuanya dalam berjalan, karena matanya tidak mampu melihat jalananan dengan baik. “Jadi kebayang lagi deh, yang minus 2 aja susah ngeliat, apalagi Rukun yang minus 16 tapi gak pake kacamata,” kata Kak Silly.

 

Tapi Untung, Rukun kini sudah bisa pakai kacamata. Rukun jadi salah satu dari 958 anak di Jakarta yang sudah mendapat bantuan Astra International dalam program #GenerAKSISehatIndonesia (ceritanya bisa dibaca di rumah-harapan.com/tanpa-kacamata-bisa-apa#more). Dengan kacamata gratis yang diperolehnya, kini Rukun yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola bisa melihat dengan jelas.

 

Anak-anak seperti Rukun ini banyak jumlahnya. Mereka tidak mampu melihat dengan baik, padahal mata adalah jendela hati. Melalui mata, kita bisa melihat dunia. Melalui mata, kita membaca dan belajar banyak hal di dunia. Dengan mata yang sehat, dunia jadi lebih cerah dan terbuka lebar. Banyak kesempatan dan pengalaman yang bisa kita raih dengan mata yang sehat.

 

Berkunjung ke Atambua, tepatnya di Kabupaten Belu, di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, Kak Silly pun melihat Rukun-Rukun lainnya. Di Atambua, anak-anak memang sehat. Mereka gemar berjalan kaki dan senang makan ikan. tapi ada juga anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang matanya minus 3 tanpa kacamata, bahkan ada juga yang sudah rusak sebelah matanya. Kak Silly datang di hari ke-3 program #GenerAKSISEHATIndonesia di Atambua, yaitu saat proses re-scanning. Proses ini adalah untuk mengetahui berapa minus tiap anak yang membutuhkan kacamata. Pada hari sebelumnya, diadakan scanning untuk mengetahui secara garis besar siapa saja anak-anak yang membutuhkan kacamata.

 

“Saya lihat banyak sekali anak-anak ini yang tersenyum senang saat mendapatkan kacamata. Senyum anak-anak ini buat saya priceless. Melihat mereka senyum, walau saya tidak kenal siapa mereka, tapi bisa bawain mereka kacamata, terus mereka senang, itu hal yang bikin saya bahagia banget,” kata Kak Silly.

 

IMG-20150221-WA0067

IMG-20150221-WA0068

Penyerahan kacamata secara simbolis oleh Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah kepada siswa SD Fatubenao

IMG-20150221-WA0075

 

Pada tahap pertama ini, #GenerAKSISEHATIndonesia di Atambua membagikan 1.500 kacamata di 30 SD di 3 kecamatan di kawasan Kota Atambua. Jika di tahap pertama ini belum memenuhi kuota 1.500, maka pemberian akan diperluas ke 3 kecamatan lainnya di pinggiran Kota Atambua. Jika masih tersisa, maka akan diperluas lagi ke 6 kecamatan di Kabupaten Belu.

 

Dari perjalanan ini Kak Silly jadi makin yakin, hal-hal kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar bagi orang-orang yang membutuhkannya. Kami dan Kak Silly jadi ingat, bahwa keterlibatan kami di program #GenerAKSISEHATIndonesia hanya bermula dari memposting komitmen sehat kami di media sosial. Satu komitmen sehat sederhana kami ini lantas berwujud pada satu kacamata untuk anak-anak yang membutuhkan kacamata di pelosok Indonesia. Sungguh, Kak Silly, juga kami, turut senang jika perbuatan kecil kami ini bisa membantu membahagikan anak-anak Indonesia dimana pun mereka berada.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *