Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Perjuangan Panjang Fahmi

 

Usianya baru 8 bulan, namun perjuangan Afrizal Fahmi Suryanto untuk tetap hidup demikian besar. Adik dampingan kami yang tinggal di Bekasi Utara ini adalah penderita hidrosefaluss, dan penyakitnya sudah diketahui sejak ia dalam kandungan ibu.

 

Saat itu, usia Fahmi baru 8 bulan janin. Namun diagnosa dokter menyatakan kalau dia terkena virus tokso. Menurut sang ibu, Eka, saat dilahirkan, ukuran kepala Fahmi sudah besar. “Berat Fahmi waktu itu sampai 3,6 kg. Dan begitu lahir tidak langsung menangis. Baru beberapa menit kemudian ada suaranya,” cerita Eka.

 

Fahmi lagi tidur siang nih, Kakak-kakak

Fahmi lagi tidur siang nih, Kakak-kakak

 

Karena kondisinya yang tidak normal, Fahmi yang lahir pada 10 Juni 2015 langsung dibawa ke ruang IGD RSCM. Dari hasil pemeriksaan, biopsi, termasuk CT Scan saat usia Fahmi baru 2 hari, diketahui kalau dia mengidap beberapa penyakit. “Selain hidrosefalus, ususnya juga melintir, ada penyempitan usus. Dia juga terkena gizi buruk,” kata Eka.

 

Masih dalam usia 3 bulan, Fahmi lalu menjalani operasi pertamanya. Saat itu, operasi dilakukan untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Operasi pertama ini dinilai dokter sudah cukup. Namun kondisi otak Fahmi akan terus dipantau setidaknya hingga usianya sampai 3 tahun. Jika saat itu perkembangan otaknya bagus, maka tidak akan dilakukan operasi lagi.

 

Fahmi dan Mama Eka yang tetap semangat :-)

Fahmi dan Mama Eka yang tetap semangat :-)

 

Selain memantau kondisi hidrosefalus Fahmi, dokter kini berkonsentrasi pada keadaan usus Fahmi. Karena ada penyempitan usus, sementara ini Fahmi melakukan aktivitas BAK dan BAB melalui colostomy bag. Kantong ini setidaknya harus diganti 3 hari sekali. “Karena biasanya kotorannya sudah rembes,” ujar Eka, yang demi menghemat kantong tersebut, setiap hari dicucinya agar tak sering diganti. “Soalnya kalau kantong tidak dapat gratis. Harus beli 135 ribu,” tutur Eka yang suaminya bekerja sebagai buruh pabrik di Cikarang.

 

Hingga saat ini, observasi untuk mencari tindakan terbaik bagi Fahmi memang masih teru dilakukan dokter. Ini artinya, perjalanan Fahmi untuk bisa sembuh dari penyakit-penyakitnya masih panjang. Tapi tentu saja, dengan dukungan semangat, doa, dan kasih sayang berlimpah dari banyak orang, Fahmi pasti bisa kuat menjalaninya. Sekarang saja, berat badan Fahmi sudah jauh membaik, sudah agak gemukan, yaitu 8,1 kg. Ayok, Semangat terus ya, Dek!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>