Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Ridho Masih Berjuang

 

Adik lucu ini namanya Ridho Amarullah. Lahir tanggal 26 Mei 2015 di Lampung tanpa lubang anus (atresia ani). Karena kelainan ini, berbagai penyakit dan kelainan lainnya pun menyusul, seperti gagal ginjal, hipospadia (lubang kencing di bawah penis), dan infeksi saluran kencing.

 

Ridho yang imut dan senang banget kalau diajak salaman

Ridho yang imut dan senang banget kalau diajak salaman

 

Ridho yang ayahnya bekerja sebagai petani ini lahir prematur, saat usia di kandungan baru 8 bulan. Saat itu, Ridho lahir di rumah sakit swasta di Lampung, RSIA Anugerah Medical Center. Ridho sempat ditaruh di inkubator karena kondisinya yang lahir prematur. Namun menurut ibunda Ridho, Umi Salamah, saat Ridho dibawa pulang dari rumah sakit, tidak ada informasi soal kelainan yang terjadi pada anaknya. Jadi Umi pulang dengan keyakinan kalau anaknya memang lahir sehat dan lengkap.

 

Namun saat baru berusia 4 hari, perut Ridho tiba-tiba membesar. Ada juga bercak-bercak birunya. Ridho lalu dibawa lagi ke rumah sakit tempatnya lahir. Dari situ, Ridho dirujuk ke RSU Dr H Abdul Moeloek. Di situlah bari ketahuan kalau Ridho tidak punya lubang anus. Saat itu juga, Ridho langsung dioperasi untuk mengeluarkan cairan di perutnya. Selain itu, dibuat juga lubang anus sementara di samping kiri pinggang Ridho.

 

Meski sudah dioperasi, tapi Ridho masih ada keluhan juga, salah satunya dia tidak bisa buang air kecil. Karena itulah, Umi meminta dokter di RSU Abdul Moeloek untuk di-USG. Karena hasilnya dianggap cukup serius, salah satunya disebut Ridho sudah menderita gagal ginjal, akhirnya dia dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat diperiksa, Ridho ternyata belum harus cuci darah karena frekuensi buang airnya masih sering. Hanya saja, saluran kencingnya harus diperlebar.

 

Jpeg

 

“Di RSCM, Ridho dioperasi pelebaran saluran kencing. Sampai sekarang sudah dioperasi tiga kali,” cerita Umi Salamah. Meski sudah dioperasi, tapi Ridho masih harus buang air kecil lewat lubang anus sementara.

 

Usaha membuat lubang anus permanen pun ternyata tidak bisa cepat. Walaupun sudah dioperasi, tapi sampai saat ini lubang anus yang dibuat belum bisa berfungsi. Menurut Umi, lubang itu baru bisa berfungsi normal sekira 4-5 bulan lagi.

 

Selama itu, Umi harus merawat lubang anus Ridho agar nantinya bisa berfungsi sempurna. Caranya dengan melakukan busi, yaitu memasukkan semacam tongkat besi ke lubang anus agar lubang tersebut tidak merapat atau tertutup lagi. “Saya harus ngebusi Ridho setiap hari. Businya ada 16. Panjangnya sama, kira-kira 20 cm. Tapi lebarnya beda-beda. Paling kecil yang se-kelingking, ada yang lebih gede lagi,” terang Umi.

 

Jpeg

Ridho dan ibu

 

Cara membusinya sebenarnya cukup membuat ngilu. Jadi, tongkat besi dimasukkan ke lubang anus, kemudian tongkat diputar-putar, layaknya membersihkan botol. lalu didiamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu diputar-putar lagi. Memang besi yang dimasukkan hanya sekira 2-3 cm dari panjang keseluruhan yang 20 cm. Tapi tetap saja ngilu membayangkannya. Apalagi ibunda Ridho harus melakukan hal itu sendiri setiap hari. “Tiap dibusi, Ridho pasti jerit. Sakit soalnya,” katanya.

 

Proses supaya Ridho punya alat pembuangan yang normal memang masih panjang. Tapi dengan upaya pengobatan yang rajin dan doa, semoga ini semua bisa dilewati. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>