Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

JYSK

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan



JYSK

Semangat Hidup Eldo Luar Biasa

 

Semangat!! Begitu kata Eldo sambil mengacungkan jempolnya, kala diminta berfoto bersama ayah dan ibunya. Saat itu Eldo duduk di kursi roda, tubuhnya ringkih -beratnya hanya sekira 20 kg- dan mata kirinya berair karena sulit menutup. Sejak November 2015, dia divonis terkena tumor otak. Melihat kondisi fisik yang jauh dari prima namun dengan semangat yang masih menggebu, haru rasanya melihat adik asuh kami yang berusia 14 tahun ini.

 

Eldo termasuk telat mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit serius itu. Padahal bobot tubuhnya sempat menyusut drastis sebelum ada vonis tersebut. “Dulu sempat 30 kg,” kata Novi, ibunda Eldo bercerita.

 

Eldo bersama ibu dan ayahnya

Eldo bersama ibu dan ayahnya

 

Saat kondisi fisiknya melemah, barulah Eldo dibawa ke rumah sakit di Tegal. Saat itu langsung ketahuan penyakit Eldo, dan dokter memutuskan Eldo dioperasi. Saat itu, dia bahkan sudah dioperasi sampai dua kali.

 

Masalah seharusnya sudah selesai. Namun nyatanya, saat diperiksa kembali, dokter di Tegal menyarankan agar Eldo dibawa ke Semarang. Novi pun mulai curiga atas saran dokter itu. “Ternyata tumor di kepala Eldo ada lagi. Kali ini di otak kecilnya dan itu lebih berbahaya dari tumor yang kemarin,” kata Novi.

 

Eldo pun langsung dibawa ke Semarang. Sampai di sana, sebelum dioperasi, Eldo harus melakukan perbaikan gizi dulu karena beratnya hanya 16,8 kg. Setidaknya dia harus mencapai berat 19 kg. Saat berat sudah terpenuhi, masalah datang lagi. “Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) nya penuh. Padahal kalau habis operasi harus masuk ke situ,” ujar Novi lagi.

 

Tapi tekad Novi kuat. Eldo harus dioperasi secepatnya. Meski dokter dan perawat khawatir, dia tetap pada pendiriannya agar Eldo langsung dioperasi. “Dokter sama suamiku sampai nangis,” ceritanya. Meski kelihatan tegar, tapi saat Eldo dioperasi selama 12 jam, Novi tak pernah putus berdoa. “Pasrah. Kita sudah lakukan yang terbaik.”

 

Nyatanya operasi berjalan lancar. Dan ruang PICU “tiba-tiba” saja ada yang kosong. Eldo pun langsung masuk ruang itu. Dan semangat hidup Eldo benar-benar terlihat di sini, karena hanya selang sehari kemudian, dia sudah dipindah ke ruang High Care Unit (HCU) yang lebih rendah tingkat daruratnya. “Sampai teman-teman di rumah sakit bingung. Eldo hebat dan cepat sekali pemulihannya,” kata Novi.

 

img-20160927-wa0015

Selalu semangat!

 

Dari Semarang, sejak bulan Agustus lalu, Eldo pun kami boyong dari Tegal ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang intensif di RSCM Jakarta. Jalan ini kami tempuh, karena ayah Eldo sejak Juli lalu sudah tidak lagi bekerja. Padahal selain Eldo, masih ada satu adik Eldo yang mesti ditanggung hidupnya.

 

Selama menjalani perawatan di RSCM dan tinggal di RHI Jakarta, Eldo mesti jalani beberapa pemeriksaan lagi dan kemoterapi. Masih belum jelas sampai kapan Eldo harus dikemo. Tetap penuh semangat ya, Eldo sayaangg…. kami akan selalu mendoakan 🙂

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *