Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Semangat untuk Agung

 

Kulitnya hitam, tapi wajahnya manis khas orang Jawa. Itulah Agung Pangestu, adik dampingan kami yang berasal dari Salatiga, tapi tinggal di Lampung. Usianya 10 tahun. Agung menderita Limfoma Ponskin atau tumor ganas di leher.

 

Tumor tersebut awalnya hanya terasa seperti sakit gigi. Pipi Agung sebelah kanan juga bengkak, layaknya orang yang sakit gigi. Anehnya, saat sakit giginya hilang, bengkak di pipi tak ikut hilang. Peristiwa ini dialami Agung pada Desember 2014.

 

Saat dibawa berobat ke dokter umum, disebut kalau Agung ada pembengkakan pada kelenjarnya. Dibawa ke dokter lain, jawabannya pun sama.

 

Ayah Agung, Amir, yang bekerja sebagai petani kopi, lalu memilih membawa Agung menjalani pengobatan alternatif. Dari ramuan Aceh hingga China dicoba. “Pantangannya banyak. Tidak boleh makan telur, ayam bakar. Tapi memang bengkaknya jadi mengecil,” cerita Amir.

 

IMG_4347

 

Satu tahun berlalu, akhirnya Agung memilih untuk dioperasi di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan sebelum operasi, baru diketahui kalau tumor di leher kanan Agung termasuk tumor ganas yang mengarah ke kanker. Operasi pertama pun langsung dilakukan pada 17 Desember 2015.

 

Tak cukup dioperasi, langkah selanjutnya adalah, Agung harus menjalani kemoterapi selama 56 kali di Jakarta. Kemo dimulai pada 22 Maret 2016, dan kemungkinan akan berakhir pada akhir tahun 2016 atau awal 2017.

 

Sekarang, bengkak atau tumor di leher Agung sudah mengecil. Hampir tak terlihat. Namun karena menjalani proses kemo, rambut Agung pun rontok. Sekarang, Agung memilih untuk dibotaki saja. Karena perubahan fisik ini pula, Agung tampaknya mengalami perasaan rendah diri.

 

Agung yang pada dasarnya pemalu dan lebih senang tinggal di rumah, kini semakin sering menutup diri. Kalau ditanya pun, dia menjawab seadanya. Jika pulang ke Lampung, menurut Amir, Agung juga makin malas ke luar rumah. “Dia juga sudah tidak mau sekolah,” ujar Amir.

 

Yuk, kakak-kakak, kalau ketemu Agung di Rumah Harapan VCF, hibur dia dengan senyuman, pelukan, dan kasih sayang. Biar dia tahu, banyak orang yang sayang padanya. Semangat ya, Agung. Kamu enggak pernah sendiri, kok :-)

 

IMG_4194

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>