Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

JYSK

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan



JYSK

Semoga Fatih Kuat!

 

Saat tulisan ini dibuat, Fatih sudah menginap di RSCM nyaris satu bulan. Ada banyak hal yang harus ditangani di dalam tubuh bocah 10 bulan ini, agar dia siap menjalani operasi pengangkatan tumor di kaki kanannya.

 

Muhammad Fatih, begitu nama lengkapnya, berasal dari Pontianak. Sejak usia 3 bulan, dia sudah menderita tumor. Awalnya, tumor tersebut hanya berupa benjolan kecil. Mengira keanehan itu hanya karena tulang yang bergeser, ibu Fatih, Rukiah, lalu membawa anaknya tersebut ke tukang urut. “Katanya keseleo. Diurut sampai 8 kali. Sempat hilang beberapa hari, tapi setelah itu muncul lagi benjolannya. Malah lebih besar, sebesar telur puyuh. Warnanya merah kehitam-hitaman,” kata Rukiah.

 

Merasa khawatir, kali ini Rukiah membawa Fatih ke rumah sakit. Dokter pun langsung mengoperasinya. Saat itu, Fatih berusia 4 bulan. “Habis operasi, juga timbul lagi benjolannya. Tapi di tempat yang berbeda,” ujar Rukiah. “Padahal, saya sudah habis duit 6 juta untuk operasi.”

 

Fatih dan ibunya, Rukiah.

Fatih dan ibunya, Rukiah.

 

Merasa penyakit anaknya sulit disembuhkan, Rukiah yang sudah berpisah dengan ayah Fatih ini lalu membuat BPJS untuk Fatih pada 2015. Setelah mendapat kartu berobat gratis tersebut, Fatih pun dibawa ke RSU Dr Sudarso di Pontianak. Hasil pemeriksaan dokter di sana, Fatih menderita tumor, namun tak ganas. “Tulangnya masih bagus, tapi memang pertumbuhan tumornya cepat dan bertambah jadi dua,”kata Rukiah menirukan ucapan dokter.

 

Dari situ, Fatih pun langsung dirujuk ke RSCM, Jakarta. Di sinilah, Fatih harus menjalani terapi radiasi (disinar) sebanyak 10 kali, sebelum operasi dilakukan. Terapi ini dilakukan agar ukuran tumor Fatih mengecil. “Sekarang memang sudah kecil. Masih tiga kali disinar lagi, semoga mengecil lagi,” kata Rukiah.

 

Sayangnya, saat menjalani proses terapi, Fatih menderita batuk yang cukup parah. Inilah yang membuat Fatih juga akhirnya harus dirawat inap di RSCM. Kondisinya memang jadi kurang baik, terlebih dia juga kerap rewel karena kulit tempat tumbuh tumornya terasa gatal. “Maunya digaruk terus sama dia.”

 

Tapi, di sela-sela kerewelannya, Fatih juga gampang dihibur. Berikan saja ponsel kepadanya, atau ajak dia berfoto, pasti bocah bermata besar ini langsung senang 🙂

 

IMG-20160227-WA0034

Bikin gemes, ya?

Bikin gemes, ya?

 

Sekarang, selain harus mengobati batuknya, Fatih juga masih menunggu datangnya obat yang akan dipakai saat operasi selesai dilakukan. Obat tersebut untuk mempercepat tumbuhnya daging di bekas anggota tubuh yang ditumbuhi tumor. “Kalau belum ada obatnya, belum bisa dioperasi,” ujar Rukiah.

 

Rukiah juga harap-harap cemas, karena operasi ini sangat berisiko. “Kata dokter, Fatih bisa meninggal di ruang operasi. Atau kalau operasinya gagal, kemungkinan besar kakinya harus diamputasi,” katanya. Kalau sudah begini, Rukiah cuma bisa berserah. “Saya pasrah. Sudah siap apapun yang terjadi. Yang penting, saya berusaha supaya Fatih bisa sembuh.”

 

Yuk, kakak-kakak doakan Fatih semoga dia kuat. Agar kita bisa lebih lama melihat senyum dan matanya yang indah.

 

 

Jpeg

2 Responses to Semoga Fatih Kuat!

  1. RIP Fatih….. kamu kuat… kamu sudah menang. kamu sudah bersama Tuhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *