Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Silvi – Banten

 

Nama: Silvi

TTL: Lebak (Banten), 11 Maret 2008

Nama Bapak: Solaeman

Pekerjaan Bapak: Buruh (Serabutan)

Nama Ibu: Sodah

Pekerjaan Ibu: Ibu Rumah Tangga

Hobi: Main Boneka, Makan buah-buahan (jeruk, apel, dan lain-lain)

 

IMG20171010152849

 

Anak cantik ini namanya memang cuma satu kata, Silvi. Silvi disebut dokter mengalami gizi buruk, namun dia masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan lagi untuk memastikan penyakitnya. Yang pasti, meski terlihat kurus, berat badannya hanya 18 kg, dan tidak bisa berjalan sendiri, Silvi bisa diajak bicara, minimal merespons lawan bicaranya dengan kata sederhana atau dengan senyumnya yang manis. Silvi juga suka dipotret. Gaya andalannya adalah satu jari di pipi kayak foto di atas ini. Lucu kan?!

 

Silvi adalah anak kelima dari enam bersaudara. Waktu umur 4 tahun, tubuh Silvi tiba-tiba lemas dan layu, seperti orang lumpuh. Meski kondisi kesehatannya mendadak berubah drastis, orang tuanya tidak membawa Silvi ke dokter. Silvi hanya diurut oleh tukang pijat. “Enggak sembuh juga. Masih lemes. Tapi mau dibawa ke dokter juga enggak ada biaya. Bapaknya juga sibuk ngurus ibunya yang sakit,” kata Ibu Silvi, Saodah.

 

IMG20171010152953

 

Tapi setelah berbulan-bulan lamanya, Silvi akhirnya dibawa ke rumah sakit umum. Belum jelas penyakitnya, orang tua Silvi sudah pusing dengan biaya-biaya pengobatan. Akhirnya, Silvi cuma sekali itu saja dibawa ke dokter. Sampai usia Silvi 9 tahun, dia belum pernah lagi dibawa ke dokter. Artinya, selama 5 tahun, kondisi Silvi terus memburuk.

 

Baru pada Agustus 2017, Silvi akhirnya dibawa ke RSCM Jakarta, setelah orang tua meminta rujukan ke puskesmas. Dengan biaya yang terbatas, Silvi terpaksa harus ke Jakarta dengan naik-turun angkot dan naik kereta.

 

Sudah lebih dari satu bulan di Jakarta, Silvi sampai sekarang masih menjalani pemeriksaan, mulai dari mata, otot, hingga darah. Sejauh ini, Silvi tidak diberi obat, hanya disarankan minum susu 3x sehari. “Sekarang sih sudah gemukan,” kata Saodah. Semoga Silvi bisa sehat lagi ya selama tinggal di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>