Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Vicky – Pontianak

 

Nama: Vicky Nofri Sipayung

TTL: Kapuas, 20 November 2003

Golongan Darah:

Hobi: Sepak bola, Bulutangkis

Nama Bapak: Mathius Sipayung

Pekerjaan Bapak: Pensiunan

Nama Ibu: Lusiana

Pekerjaan Ibu: IRT

 

 

IMG20170821133245

 

 

Vicky adalah penderita tumor tulang. Betis kirinya bengkak sangat besar. Tapi sehari-hari, Vicky yang tubuhnya bongsor ini berperilaku santai saja. Dia tetap ramah dan ceria. Apalagi kalau sudah kumpul dengan teman-teman atau kakak-kakak di RHI.

 

Riwayat penyakit Vicky dimulai tahun 2016. Waktu itu, Vicky yang hobi bermain sepak bola dan menjadi bek kanan terkena tendangan kawan mainnya. Setelah itu, kakinya sempat bengkak. Sangat sakit. Akibatnya Vicky jadi jarang sekolah.

 

Pada November 2016, Vicky akhirnya dibawa ke rumah sakit di Pontianak. Ini adalah perjalanan yang berat. Karena waktu tempuh dari rumahnya ke Pontianak sampai empat jam. Jangan bayangkan jalanan yang mulus lurus beraspal. Di sana, Vicky harus melewati jalanan berkelok-kelok yang belum diaspal.sepak

 

Sebulan dalam pemeriksaan intens di Pontianak, Vicky dinyatakan terkena tumor tulang. Tindakan medisnya, Vicky harus dioperasi. Setelah dioperasi, bengkak di kaki Vicky memang sempat kempes. Tapi tiga bulan kemudian, kakinya sakit dan bengkak lagi. Setelah diperiksa, berita yang sampai di telinga sangat pahit. Tumor yang tadinya jinak, kini sudah berubah ganas. Bahkan sudah sampai stadium empat. Vicky akhirnya dilarikan ke RSCM Jakarta pada April 2017.

 

IMG20170821133414

IMG20170821133418

 

Selama masa awal di Jakarta, Vicky sempat menumpang di rumah saudaranya di Cakung, Jakarta Timur. Karena lokasinya jauh dari RSCM, Vicky harus sudah bangun pukul tiga pagi, dan berangkat usai subuh. Sampai RSCM, antrean sudah panjang. Seringkali, Vicky baru sampai kembali di rumah pukul delapan malam. Tapi setelah tinggal di RHI, ‘perjalanan’ untuk berobat jadi lebih ringan.

 

Sekarang, Vicky masih menjalani proses kemoterapi. Jika kemonya tidak berhasil, kaki Vicky akan disinar. Jika masih tidak berhasil, kemungkinan kakinya akan diamputasi. Sejak awal, Vicky sudah bersikeras, kalau dia tidak mau menempuh langkah ekstrem itu. Semoga saja, Tuhan mengabulkan harapan Vicky.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>