Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Zidan Siap Berjuang!

 

Namanya seperti legenda pesepak bola, Muhammad Zidan Taqia. Asalnya dari Bireuen, Aceh. Zidan baru berumur 2,4 bulan dan didiagnosa menderita Tetralogy of Fallot (TOF). TOF adalah penyakit jantung bawaan yang menunjukkan adanya kombinasi empat kelainan jantung.

 

Sejak keluar dari rahim ibunya, Azmar, Zidan memang sudah menunjukkan gejala penyakit jantung bawaan. Saat lahir, suara tangisnya kecil, seperti tertahan. Napasnya juga sering sesak. Wajah pun pucat. Yang paling parah adalah sakit batuknya yang tak pernah berhenti. Bibirnya juga membiru.

 

J

 

Bari lahir sekira 2-3 hari, Zidan lalu dibawa ke rumah sakit lagi. Bocah yang sampai kini belum bisa berjalan ini bahkan dirawat hingga 12 hari. Tapi saat itu pihak rumah sakit tidak menjelaskan apa penyakit Zidan. Keluar dari rumah sakit, tak beberapa lama kemudian, Zidan kembali dirawat. Kali ini juga 12 hari. Dan tetap tidak jelas, apa sebenarnya penyakit bocah mungil ini.

 

Hingga akhirnya, setelah batuk Zidan tak kunjung hilang, akhirnya dia dibawa ke dokter spesialis anak. Saat itulah, dokter mencurigai kalau Zidan menderita penyakit jantung bawaan. Namun karena peralatan di Bireuen tidak lengkap, dokter menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh. “Tapi manalah saya punya uang. Suami cuma dagang mie ayam. Sementara dokter sarankan ke Aceh pakai ambulans,” ujar Ibu Azmar.

 

Untunglah, sang dokter berbaik hati. Mendengar keterbatasan keluarga Zidan, dokter tersebut memberikan layanan ambulans gratis untuk membawa Zidan ke Banda Aceh. Dari situlah, baru ketahuan secara pasti penyakit Zidan. Dokter di sana lantas menyarankan agar Zidan dioperasi di Jakarta. Prosesnya bisa sampai 2-3 kali. Lagi-lagi, keluarga tak sanggup.

 

Akhirnya, Zidan hanya dibawa berobat jalan. Dokter menyarankan kontrol kesehatan sebulan satu kali. Tapi kenyataannya, paling cepat Zidan dibawa ke rumah sakit dua bulan sekali. “Kalau ke Banda Aceh, setidaknya kami harus sediakan uang 500 ribu untuk sewa mobil. Kalau pakai kendaraan umum sebenarnya bisa, tapi kasihan Zidan. Terlalu jauh dan bus kadang sering berhenti menunggu penumpang,” kata Ibu Azmar yang juga memiliki satu anak lagi berusia 4 tahun. Proses pengobatan yang melelahkan ini berlangsung hingga dua tahun lamanya.

 

Zidan dan ibunda

Zidan dan ibunda

 

Untunglah, setelah sekian lama, ada secercah harapan. Rupanya sekretaris desa di tempat Zidan tinggal kenal dekat dengan bupati Bireuen. Atas rekomendasinya, pak bupati pun memberikan bantuan sejumlah uang. Bantuan juga datang dari Ibu Nurjanah, seorang aktivis sosial dari Aceh. Berkat pencarian bantuan yang diusahakan oleh Ibu Nurjanah, akhirnya Zidan bisa dibawa ke Jakarta. Seluruh transportasi, akomodasi, bahkan tempat tinggal sementara di Jakarta, sudah diurus oleh Ibu Nurjanah.

 

Akhirnya, pada pertengahan Januari 2016, Zidan dan Ibu Azmar, serta satu saudaranya sampai di Jakarta. Saat itu juga mereka semua tinggal di Rumah Harapan VCF. Kini, Zidan tengah menunggu proses pemeriksaan di RSCM. Yuk, kita sama-sama doakan adik Zidan supaya dia kuat menjalani proses pengobatan hingga sembuh total :-)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>