Yayasan Sahabat Valencia Peduli    Blood4LifeID.com    3LitAngels   

Ayo #DukungFilmIndonesia.


Support Night Bus Movie    save our children - cosmic clothes   

Sponsor

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Astra International untuk Ruang Inspirasi Astra

Central Spring Bed - Official Beds of Rumah Harapan

Kansai Paint - Official Coating of Rumah Harapan

TRACare - Official Transport of Rumah Harapan

JYSK

JYSK

JYSK>

Zirar Tak Takut Sakit

 

Perkenalkan. Namanya Zirar Rizki Ardani. Tapi kami di Rumah Harapan VCF memanggilnya “bule”. Ini karena warna kulitnya yang putih dan rambutnya yang kuning, mirip warga ras Kaukasian. Padahal sebenarnya Zirar terlahir dengan kondisi albino. Tapi bukan itu yang membuatnya tinggal sementara di RHVCF.

 

Zirar yang baru berusia 3 tahun adalah penderita Tetralogi of Fallot (TOF). Dalam bahasa awam, artinya bocah asal Aceh Jaya ini mengalami kebocoran jantung di empat bagian. Ini bukan penyakit yang ringan. Butuh operasi panjang dan berkali-kali untuk menyembuhkannya. Namun sampai saat ini, Bule belum menjalani satu kali pun operasi.

 

Bule diketahui menderita penyakit ini pada usia 4 bulan. Saat itu tubuhnya tiba-tiba membiru, termasuk kuku-kukunya. Itu terjadi ketika dia kelelahan. Dibawa ke dokter anak di Banda Aceh, Zirar hanya diberi Propanol dan vitamin yang harus diminum 3 kali dalam sehari. Kala itu dokter berpesan, Zirar harus dioperasi.

 

Tapi apa daya. Ayah Zirar yang hanya bekerja sebagai sopir truk tak mampu membiayai operasi. Jangankan uang untuk operasi, biaya ke Jakarta saja tak ada. Namun harapan tetap mereka pelihara. Uang hasil bekerja terus disisihkan untuk ditabung. Dua tahun menunggu, akhirnya biaya untuk ke Jakarta pun terkumpul. Sedangkan biaya operasi sudah ditanggung BPJS.

 

IMG-20151108-WA0021

 

Meski tak pernah sekalipun ke Jakarta dan ada ketakutan sendiri tentang kondisi di ibu kota, namun ibu Zirar, Nurhayati, tetap yakin untuk berangkat ke Jakarta. Sampai kota besar ini, mereka berdua sempat menginap di rumah kenalan ayah Zirar di Grogol. “Tapi rumahnya sangat kecil, isinya 10 orang. Benar-benar enggak layak untuk anak yang lagi sakit,” cerita Nurhayati. Keduanya akhirnya hanya tinggal dua hari di rumah tersebut. Setelah itu, sempat tiga minggu tinggal di rumah saudara di pinggiran Jakarta, sebelum akhirnya tinggal di RHVCF.

 

Minggu lalu, Zirar sudah melakukan operasi kateterisasi di RSCM. Ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan operasi pertama Zirar. Operasi kecil ini berjalan lancar, dan Bule sangat cepat pulih dari operasi ini. Ini menunjukkan, bocah kecil nan kurus ini punya kekuatan lebih dibanding ukuran tubuhnya.

 

Zirar memang anak yang ceria. Tak pernah terlihat seperti anak yang sakit. Hobinya ngomong meski bicaranya masih cadel. Namun memang, jika didekati orang baru, dia cenderung “galak”. Nah, salah satu trik untuk mendekatinya adalah, ajak saja naik mobil. Pasti dia akan menyambut dengan senang sambil bilang, “ke Banda Aceh!” Lihat saja foto ini, saat Bule mendapat kesempatan naik Lamborghini milik Grab Taxi.

 

Saking senangnya, sampai nangis saat disuruh turun.

Saking senangnya, sampai nangis saat disuruh turun.

 

Semoga saja, keceriaan Bule bertahan terus. Sebagai bekalnya untuk menjalani proses pengobatan yang panjang dan -mungkin- melelahkan. Tetap semangat Bule. Semoga nanti bisa pulang ke Banda Aceh dengan jantung yang sehat :-)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>